Ketua Organda Kota Malang Rudi Susanto mengakui banyak pengemudi angkot yang harus menjual atau menggadaikan barang-barang berharga yang dimiliki. Hal ini terjadi lantaran belum turunnya bantuan dari pemerintah.
"Memang sudah lama menunggu sampai dua bulan lebih. Padahal pengemudi sudah mulai menjual barang-barangnya untuk hidup. Ada juga yang hanya makan nasi dan kerupuk saja," ungkapnya.
Bahkan Rudi menyebut hal tersebut terjadi sejak dua bulan lebih usai sebagian besar perkantoran dan sekolah ditutup.
"Apalagi saat April dan Mei semua sopir terdampak, semua (kantor dan sekolah) tutup, jadi mereka tidak ada penghasilan," pungkasnya.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.