Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Sopir Angkot Jual Barang demi Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Corona

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 12 Mei 2020 |11:17 WIB
Cerita Sopir Angkot Jual Barang demi Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Corona
Sopir-sopir angkot di Kota Malang terdampak pandemi virus corona. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)
A
A
A

MALANG – Imbas merebaknya virus corona memberikan dampak kepada ribuan sopir angkutan kota (angkot) di Kota Malang, Jawa Timur. Bahkan para sopir angkot ini sudah dua bulan lebih hampir kehilangan pendapatan cukup drastis.

"Mau bagaimana lagi, sekolah tutup, mal juga ada yang tutup, aktivitas dibatasi sudah dua bulan lebih," ujar Slamet, salah seorang sopir angkot, Senin 11 Mei 2020.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Trenggalek Kaget Namanya Masuk Data Penerima Bansos 

Akibatnya, ia terpaksa kehilangan cukup banyak penghasilan. Sopir angkot jurusan Arjosari–Mergosono–Hamid Rusdi (AMH) ini mengungkapkan pada hari-hari biasa sebelum pandemi corona cukup banyak penghasilan yang bisa didapat.

"Kalau hari biasa saja sudah sedikit rata-rata Rp100 ribu. Itu saja dari pukul 06.00 sampai 18.00 WIB. Sekarang ini sudah dua bulan tidak dapat apa-apa," terangnya.

Angkot di Kota Malang. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

Guna mencukupi kebutuhan sehari-hari ini, dia bahkan sampai menggadaikan sejumlah barang, salah satunya cincin pernikahan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Ya menggadaikan barang itu. Ada yang dijual, kayak handphone. Kadang ya ngutang," imbuhnya.

Baca juga: Ini Syarat bagi Warga Jatim yang Ingin Bepergian di Tengah PSBB 

Slamet juga pasrah bila Pemerintah Kota Malang akhirnya menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Kalau PSBB ya ngikut saja. Tapi gimana ya, orang sebelum ada PSBB saja sudah tidak ada penumpangnya, apalagi pas PSBB ini. Sedangkan bantuan saja belum turun," ucapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement