MALANG – Imbas merebaknya virus corona memberikan dampak kepada ribuan sopir angkutan kota (angkot) di Kota Malang, Jawa Timur. Bahkan para sopir angkot ini sudah dua bulan lebih hampir kehilangan pendapatan cukup drastis.
"Mau bagaimana lagi, sekolah tutup, mal juga ada yang tutup, aktivitas dibatasi sudah dua bulan lebih," ujar Slamet, salah seorang sopir angkot, Senin 11 Mei 2020.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Trenggalek Kaget Namanya Masuk Data Penerima Bansos
Akibatnya, ia terpaksa kehilangan cukup banyak penghasilan. Sopir angkot jurusan Arjosari–Mergosono–Hamid Rusdi (AMH) ini mengungkapkan pada hari-hari biasa sebelum pandemi corona cukup banyak penghasilan yang bisa didapat.
"Kalau hari biasa saja sudah sedikit rata-rata Rp100 ribu. Itu saja dari pukul 06.00 sampai 18.00 WIB. Sekarang ini sudah dua bulan tidak dapat apa-apa," terangnya.

Guna mencukupi kebutuhan sehari-hari ini, dia bahkan sampai menggadaikan sejumlah barang, salah satunya cincin pernikahan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Ya menggadaikan barang itu. Ada yang dijual, kayak handphone. Kadang ya ngutang," imbuhnya.
Baca juga: Ini Syarat bagi Warga Jatim yang Ingin Bepergian di Tengah PSBB
Slamet juga pasrah bila Pemerintah Kota Malang akhirnya menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
"Kalau PSBB ya ngikut saja. Tapi gimana ya, orang sebelum ada PSBB saja sudah tidak ada penumpangnya, apalagi pas PSBB ini. Sedangkan bantuan saja belum turun," ucapnya.