Korban Kebakaran Kapal Tanker di Belawan Bertambah Jadi 7 Orang

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Selasa 12 Mei 2020 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 12 608 2212994 korban-kebakaran-kapal-tanker-di-belawan-bertambah-jadi-7-orang-5ww2S8sKZw.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

MEDAN - Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan kembali menerima satu jenazah korban kebakaran kapal tanker MT JAG Leela, Selasa (12/5/2020).

Kasubbid Penmas Divisi Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan menyebutkan, dengan diterimanya satu jenazah tersebut, hingga kini sudah tujuh orang yang tewas dalam insiden kebakaran yang terjadi pada Senin, 11 Mei 2020 sekitar pukul 08.30 WIB itu.

"Kita dapat laporan terbaru siang ini, korban meninggal bertambah 1 orang. Kini jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara ada 7," kata Nainggolan.

Dari ketujuh jenazah itu, sambung Nainggolan, baru satu yang berhasil diidentifikasi. Sementara enam lainnya masih dalam proses.

 Kapal

Nainggolan menyebutkan, Polisi kesulitan mengidentifikasi korban lantaran sebagian besar korban sudah dalam keadaan gosong.

“Untuk yang sulit dikenali, kita akan lakukan identifikasi dengan mencocokkan data antemortem dan postmortem dari korban,” sebutnya.

Saat ini, ungkap Nainggolan, mereka sudah menerima enam keluarga yang mendatangai posko antemorte yang dibuka Polisi di RS Bhayangkara Medan.

“Masih ada satu keluarga jenazah lagi yang belum melapor. Tapi proses identifikasi tetap terus berjalan," tandasnya.

Selain korban tewas, sebanyak 22 orang juga mengalami luka-luka akibat insiden itu. Kini korban luka sudah dirawat di Rumah Sakit Prima Husada Cipta (PHC) Belawan dan Rumah Sakit TNI-AL Belawan.

Seperti diberitakan, kapal tanker MT Jag Leela terbakar pada Senin, 11 Mei 2020 sekitar pukul 08.30 WIB. Kapal sepanjang 250 meter itu terbakar saat ditambatkan untuk perawatan (docking) di galangan kapal milik PT Waruna Nusa Sentana Shipyard di Pelabuhan Belawan.

Saat kebakaran, ratusan orang pekerja dikabarkan tengah berada di atas kapal untuk melakukan perbaikan. Sebagian dari mereka berhasil menyelamatkan diri. Bahkan ada pekerja yang harus melompat ke laut untuk menghindari api.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini