Derita Siswa di Desa Terpencil, Naik ke Puncak Bukit Demi Ikut Belajar Online

Herman Amiruddin, Okezone · Rabu 13 Mei 2020 15:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 13 609 2213492 derita-siswa-di-desa-terpencil-naik-ke-puncak-bukit-demi-ikut-belajar-online-cAfvjpDlb9.jpg Siswa di Toraja naik ke atas bukit untuk ikut belajar online (Foto: Herman/Okezone)

MAKASSAR - Sejumlah siswa di salah satu kawasan terpencil Kabupaten Toraja, Sulawesi Selatan, tetap semangat mengirim tugas sekolahnya via internet kendati harus mendaki dataran tinggi untuk mencari sinyal internet.

Sudah hampir sebulan terakhir ini, siswa semua tingkatan sekolah diliburkan sebagai salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid 19.

Para siswa mendapat fasilitas belajar di rumah menonton siaran TV dan mengirimkan tugas sekolah dengan berbagai macam kemudahan yang tersedia baik sosial media maupun berbagai macam aplikasi.

Namun, berbeda dengan sejumlah siswa SMP dan SMA di Desa Pa' tondokan, Kelurahan Londongbiang, Kecamatan Awan Rante Karua, Kabupaten Toraja harus mendaki ke dataran tinggi demi mengakses sinyal internet.

"Lokasinya cukup terpencil, butuh waktu 3 jam menggunakan kendaraan bermotor dari Rantepao, ibu kota Kabupaten Toraja Utara dengan jalanan yang tidak semuanya beraspal untuk sampai di Desa Pa’tondokan," kata Adrianus Tuangin kepada wartawan.

Jika siswa yang berada di ibukota provinsi atau bahkan ibu kota kabupaten kota dapat mengakses dengan mudah sinyal internet, lain halnya dengan pelajar di daerah terpencil.

Mereka tidak mau ketinggalan dengan kemudahan sistem belajar online dengan cara mengumpulkan tugas sekolahnya, kendati harus naik ke dataran tinggi hanya untuk mencari sinyal internet.

Bagi siswa yang lokasi rumahnya mudah mengakses sinyal internet pastinya menyenangkan karena fasilitas itu mudah diakses.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan sekelompok pelajar yang tinggal di kawasan terpencil kabupaten toraja yang tetap semangat belajar, tidak mau ketinggalan dengan teknologi kekinian kendati harus naik gunung untuk mencari jaringan internet.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini