Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rohaniawan Konghucu: Pandemi Covid-19 Hantam Kesombongan Umat Manusia

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Kamis, 14 Mei 2020 |12:49 WIB
Rohaniawan Konghucu: Pandemi Covid-19 Hantam Kesombongan Umat Manusia
Masyarakat saling menjaga jarak untuk mencegah penularan Covid-19. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Dewan Rohaniawan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin), Budi Tanuwibowo berharap umat Islam tidak kecewa, karena bulan suci Ramadan dijalankan di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

"Saya atas nama umat Konghucu dari seluruh Indonesia mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi saudara-saudaraku semua umat Islam di Indonesia," ujar Budi dalam acara “Doa Kebangsaan dan Kemanusiaan” melalui teleconferensi, Kamis (14/5/2020).

Budi mengatakan, pandemi Covid-19 memaksa manusia saling menjaga jarak. Sesama sahabat dan saudara terpaksa harus berjauhan demi kebaikan bersama.

"Fenomena Covid-19 menyadarkan kita semua, menghantam kesombongan umat manusia yang selama ini merasa sangat hebat, bisa membuat segalanya. Ternyata apa yang dibanggakan tidak ada artinya apa-apa dibanding kekuatan semesta," tegasnya.

Baca juga: Quraish Shihab: Doa Adalah Cara Terbaik untuk Menangkal Setiap Musibah

Dia menjelaskan, virus corona yang berbahaya bagi kesehatan dan penanggulangannya yang membutuhkan kekompakan, menyadarkan umat manusia untuk saling mendukung dengan tetap berada di rumah.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

"Maka dari itu kita harus saling mendukung dan saling membantuk, tidak perlu saling menyalahkan. Kita selama ini telah berbuat banyak menyimpang, kita lupa bahwa kita hanyalah insan kecil-kecil di lautan semesta yang sangat luas," imbuhnya.

Budi berharap, umat manusia bisa saling membuka diri setelah berakhirnya pandemi Corona. Menurut dia, manusia harus saling belajar untuk mencintai agamanya dengan kembali ke fitrahnya.

"Bukan hanya bicara soal manusia dengan sang khalik, tapi manusia dengan manusia, manusia dengan alam semesta. Kiranya kita juga harus mampu mengoreksi kita, yang akan kita lakukan, yang mungkin keliru dan tidak sesuai," sambungnya

"Saatnya kita untuk berani menyatakan masih banyak yang kita tidak ketahui dan masih banyak yang kita keliru memahami," tukasnya.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement