Hama Wereng Serang 750 Hektare Sawah di Purworejo

krjogja.com, · Kamis 14 Mei 2020 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 14 512 2213983 hama-wereng-serang-750-hektare-sawah-di-purworejo-okG8n1pyv3.JPG Penyemprotan hama wereng di sebuah lahan sawah di Purworejo (Foto: KRjogja)

PURWOREJO – Hama wereng menyerang sawah seluas 750 hektare di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Hama jenis wereng batang cokelat itu dinilai menjadi ancaman karena menyerang tanaman padi usia muda yang baru ditanam petani di sawah mereka.

Hama tersebut menyerang sawah seluas 262 hektare (ha) di Kecamatan Pituruh, 185 ha di Gebang, 144 ha Purwodadi, 108 ha di Ngombol, 20 ha di Bayan, 20 ha di Kutoarjo, delapan hektare di Kaligesing, tiga hektare di Bener.

“Luasan ratusan hektare dengan intensitas ringan sampai sedang. Namun menjadi perhatian pemerintah karena menyerang tanaman usia muda,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Purworejo, Wasit Diono, mengutip dari laman KRjogja, Kamis (14/5/2020).

Menurutnya, potensi kerawanan karena WBC bisa menyebabkan petani gagal panen. Serangan itu, kata dia, berbeda dengan temuan WBC pada musim tanam pertama tahun 2020 yang terjadi menjelang akhir musim panen. Petani masih bisa menyelamatkan tanaman padi hingga panen tiba.

Seharusnya, lanjut dia, petani menjeda budidaya dengan menanam palawija setelah padi musim pertama.

“Untuk itu rantai siklus wereng tidak terputus dan berlanjut di musim tanam kedua. Kami memberi perhatian khusus dan menggerakkan seluruh unsur penyuluh untuk membantu petani, prinsipnya jangan sampai hama wereng meluas dan mengganggu produksi beras Purworejo,” tuturnya.

Kegiatan pengendalian hama wereng ini dilakukan secara masif di desa-desa yang sawahnya terserang. Bahkan, Bupati Purworejo Agus Bastian dan Kepala Laboratorium Hama Penyakit Tanaman Wilayah Kedu Retno Dyah Rahmawati turut memantau langsung pengendalian hama di Desa Tunjungan, Kecanmatan Ngombol. Puluhan petani setempat dilibatkan untuk menyemprot belasan hektare sawah.

“Penyemprotan memang harus satu hamparan, kalau tidak, wereng hanya akan berpindah ke petak sebelahnya dan menyerang lagi. Pengendalian di desa itu karena pertimbangan tingginya populasi hama, mencapai sepuluh ekor perumpun usia 7-14 hari setelah tanam,” kata dia.

Sementara Bupati Purworejo, Agus Bastian menyatakan, pengendalian merupakan upaya bersama demi menjaga ketahanan pangan di wilayah Purworejo.

“Hama wereng ini menjadi perhatian khusus karena bisa mengancam ketahanan pangan, sehingga harapan kami gerakan massal itu bisa mengendalikannya,” kata Agus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini