"Kota Berau sebanyak 30 pasien. Disusul Kutai Timur dan Kutai Kartanegara yang bertambah 15 orang positif," ucapnya, Sabtu (16/5/2020).

Ia menerangkan, kebanyakan penambahan ini berasal dari Klaster Gowa, Sulawesi Selatan. Sedangkan di Balikpapan, pasien terbanyak berasal dari transmisi lokal, disusul Klaster Gowa, Magetan, Bogor, dan ABK.
"Sekarang kita tinggal 14 orang dirawat. Rumah sakit itu sama sekali tidak bangga dan tidak senang kalau pasien bertambah. Malah ingin cepat-cepat selesai supaya mereka bisa cepat istrirahat," tegasnya.
Sementara itu, Kota Balikpapan sejak Kamis kemarin telah mengoperasikan alat tes cepat molekuler yang dikelola di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo dan PCR RSPB yang operasionalnya akan efektif mulai Senin depan.