Baca Juga: Naik Travel Gelap, Pemudik Dipatok Tarif hingga Rp700 Ribu
Pengamat Perkotaan, Yayat Supriatna, mengkritik efektivitas PSBB yang dianggap tak berjalan maksimal di lapangan. Meski diterapkan berjilid-jilid, namun upaya pembatasan sulit berhasil jika tak dibarengi dengan pelibatan berbagai jaring relawan sosial, komunitas, hingga tokoh agama dan masyarakat.
"Sekarang bisa dicek di setiap check point, personelnya terbatas, wajar jika mereka pun tak maksimal. Harusnya pemerintah setempat memaksimalkan peran-peran relawan, komunitas, dan lainnya. Misalnya, diperbantukan Pramuka di sana, ormas-ormas kepemudaan dari NU, Muhamadiyah, sehingga ketentuan ini jadi milik bersama untuk dipatuhi bersama," ungkap Yayat dikonfirmasi terpisah.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.