Kapolres Karanganyar: Sholat Id di Alun-Alun Tak Bertentangan Maklumat Kapolri

Bramantyo, Okezone · Jum'at 22 Mei 2020 03:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 21 512 2217703 kapolres-karanganyar-sholat-id-di-alun-alun-tak-bertentangan-maklumat-kapolri-3HujvDNjr5.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

KARANGANYAR - Keputusan Bupati Karanganyar Juliyatmono yang mengizinkan untuk menggelar sholat Idul Fitri di lapangan terbuka atau alun-alun ditanggapi bijak Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi.

Menurut Leganek, dari hasil koordinasi Forkompinda Karanganyar dan para ulama dari NU, Muhammadiyah LDII dan elemen lainnya, memang hasilnya diberikan imbauan kepada masyarakat agar melaksanakan Idul Fitri di rumah masing-masing.

Namun, jika terpaksa harus menggelar Sholat Idul Fitri di luar rumah, di masjid ataupun ditempat umum secara terbuka dihimbau untuk mematuhi protokol kesehatan.

Dan keputusan Bupati Karanganyar yang mengijinkan sholat Idul Fitri digelar secara terbuka itu, ungkap Leganek, ditujukan untuk memberikan contoh pada masyarakat prosedur pelaksanaan sholat ditempat terbuka di masa Pandemi.

"Bapak Bupati mengambil lokasi di alun-alun itu untuk memberi contoh kepada masyarakat prosedur pelaksanaan Sholat di tempat terbuka di masa pandemi Covid-19 itu seperti apa,"papar Leganek pada Okezone usai memberikan bantuan sembako dari alumni Akabri 2001 Dwipa Arya, Kamis (21/5/2020).

Jadi di sekitar alun-alun, ungkap Leganek, dipersiapkan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun dan jarak shaffnya akan diatur.

"Nanti jumlah jamaah yang akan melaksanakan sholat Idul Fitri di alun-alun Karanganyar, untuk mengatur jarak masing-masing jamaah pelaksanaanya bukan hanya di lapangan namun juga menggunakan jalan yang ada disekitarnya," terangnya.

Termasuk untuk lokasi parkir kendaraan Jamaah sholat Idul Fitri pun akan diatur. Sehingga nantinya lokasi sholat Idul Fitri akan lebih lebar dibandingkan sebelumnya.

Saat ditanyakan apakah keputusan Bupati Karanganyar yang mengijinkan menggelar sholat Idul Fitri dialun-alun tidak bertentangan dengan Maklumat yang dikeluarkan Kapolri.

Menurut Leganek, maklumat yang dikeluarkan Kapolri itu tidak melarang kegiatan beribadah. Asal mematuhi protokol kesehatan.

"Itu (Maklumat Kapolri) bukan ditujukan untuk beribadah, tapi berkumpul. Dan ini (sholat Idul Fitri di alun-alun) bukan kumpul-kumpul, tapi untuk beribadah,"jelasnya.

Apalagi, ungkap Leganek, Kapolri juga telah menyatakan bila MUI mempersilahkan sholat Idul Fitri apabila dilakukan ditempat terbuka. Tentu saja dengan mengikuti protokol kesehatan.

"Kapolri juga sudah menyatakan dari MUI, apabila (pelaksanaan sholat Idul Fitri) itu dilaksanakan ditempat terbuka dengan proyokol-protokok kesehatan,"terangnya.

"Kalau kami di kepolisian sudah tidak ada open house, tidak ada namannya silahturahmi, apel biasa Dan setiap hari rutin kami sedang masa operasi ketupat sandi. Dan (operasi Kupat Candi) ini berawal dari awal Ramadhan dan nanti sampai arus balik," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini