Viral Pedagang Bongkar Besi Pembatas Cek Poin PSBB di Pasar Payakumbuh

Rus Akbar, Okezone · Sabtu 23 Mei 2020 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 23 340 2218378 viral-pedagang-bongkar-besi-pembatas-cek-poin-psbb-di-pasar-payakumbuh-13NKnB8lhC.jpg (Foto: Istimewa)

PAYAKUMBUH - Video pembongkaran besi pembatas di Pasar Kanopi, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, viral di media sosial. Pedagang membongkar paksa pembatas yang dipakai Tim Gabungan Gugus Tugas Covid-19 Kota Payakumubuh, sebagai fasilitas cek poin, Jumat 22 Mei 2020 sore.

Awalnya hanya beberapa orang yang beraksi, namun massa makin banyak dan menimbulkan kehebohan. Massa yang banyak membuat anggota TNI, polisi serta Satpol PP setempat tak bisa berbuat banyak.

Dalam video juga terlihat seorang perempuan mengenakan baju hitam berlarian menyeret pagar besi lalu tersungkur ke aspal. Dia kemudian dibantu seorang laki-laki untuk berdiri.

Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan mengatakan, aksi tersebut terjadi karena adanya miskomonikasi antara pedagang dengan petugas.

Foto: Istimewa

“Mungkin kita mengklarifikasi gesekan pedagang dengan petugas gabungan di cek poin, ada miskomunikasi, kita dari Gugus Tugas ingin menertibkan, bahwa di bawah Pasar kanopi itu tidak boleh ada parkir karena kita batasi, di sini kita kasih pembatas besi dan di sana kita kasih pembatas besi yang tidak boleh parkir,” ujarnya.

Baca juga: Polda Metro Jaya Akan Tindak Tegas Warga yang Lakukan Takbiran Keliling

Saat itu, ada seorang petugas melarang pedagang untuk berjualan, menyebabkan pedagang kaki lima ini mengajak rekan-rekan yang lain menantang petugas kemudian membongkar besi pembatas.

“Bukan tidak boleh berjualan, tapi di bawah kanopi itu tidak ada yang parkir, bisa berpadat-padatan untuk parkir dan berdempet-demhpetan, sehingga tidak ada jarak physical distancing, makanya kita kasih pagar besi, supaya mereka kita arahkan jalur cek poin yang disiapkan untuk pedagang dan pelanggan, jadi masuk pasar kanopi semua harus lewat cek poin, semua dicek suhu, cuci tangan, pakai masker baru boleh lewat itu sistem yang kita bangun supaya PSBB kita bermanfaat, bukan di atas kertas doang,” ujarnya, Sabtu (23/5/2020)

Sementara itu, seorang pedagang kuliner malam di Pasar Kanopi mengakui miskomonikasi antara petugas dan pedagang.

“Atas nama pedang kuliner malam atas terjadinya miskomonikasi, minta maaf karena telah menarik pembatas jalan, bukannya kami melawan petugas, tapi miskomonikasi kami dengan petugas,” katanya yang tidak menjelaskan namanya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini