nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Tenaga Medis di Kabupaten Madiun Tertular Corona dari Pasien

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 23 Mei 2020 09:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 05 23 519 2218403 3-tenaga-medis-di-kabupaten-madiun-tertular-corona-dari-pasien-hxknyKqidr.jpg Bupati Madiun, Ahmad Dawami. (Foto: Istimewa)

MADIUN – Sebanyak tiga tenaga medis di Kabupaten Madiun kembali terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka diduga tertular dari pasien yang dirawat.

Bupati Madiun Ahmad Dawami mengatakan, ketiganya terkonfirmasi positif tertular virus corona pada Jumat 22 Mei 2020 sore. Penambahan ini membuat pasien positif corona di Kabupaten Madiun menjadi 24 orang.

"Hari ini tanggal 22 Mei 2020, ada penambahan positif corona virus di Kabupaten Madiun sebanyak tiga orang. Jadi, total jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Madiun menjadi 24 orang," ujar pria yang akrab disapa Kaji Mbing, dalam keterangannya di Madiun, Jawa Timur, Jumat malam.

Dia menjelaskan, tenaga medis tertular dari pasien positif corona di klaster Ponpes Temboro Magetan dan klaster pelatihan haji di Sukoilo Surabaya.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Pihaknya tengah melakukan pelacakan kontak pasien positif corona tersebut. Mengingat, berdasarkan pelacakan sebelumnya, satu pasien positif corona bisa punya kontak erat dengan puluhan orang.

Baca juga: Klaster Tenaga Medis Dominasi Pasien Positif Corona di Kota Malang

"Hasil penelusuran Gugus Tugas, satu pasien positif jika dilacak, bisa melakukan kontak dengan melibatkan sekitar 80 hingga 200 orang, sebelumnya," tuturnya.

Dawami meminta masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan, yang telah disosialisasikan guna memutus mata rantai penyebaran corona.

"Dengan bersikap bijaksana dan disiplin dari semua pihak untuk menerapkan protokol kesehatan, diharapkan kasus positif corona di Kabupaten Madiun tidak bertambah," pungkasnya.

Di Kabupaten Madiun, berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19, terdapat total 24 pasien positif corona, di mana enam orang dinyatakan sembuh.

Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 36 orang dan 331 orang dalam pemantauan (ODP).

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini