nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Klaster Tenaga Medis Dominasi Pasien Positif Corona di Kota Malang

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 22 Mei 2020 13:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 22 519 2217988 klaster-tenaga-medis-dominasi-pasien-positif-corona-di-kota-malang-zXN472z4aB.jpg foto: istimewa

KOTA MALANG - Pasien positif Covid-19 atau virus corona dari tenaga medis di Kota Malang terus bertambah. Kali ini seorang dokter berusia 33 tahun berjenis kelamin laki-laki, dikonfirmasi positif terjangkit Covid-19.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Malang, dr. Husnul Muarif mengatakan bila tenaga medis yang terpapar corona ini tengah dirawat di RSUD Kota Malang.

"Sedang dilakukan isolasi di RSUD Kota Malang, namun yang bersangkutan tidak ada gejala klinis. Namun untuk memudahkan pemantauan diisolasi di rumah sakit," ujar Husnul Muarif saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2020).

 Korban Covid-19

Menurutnya, pasien tersebut sengaja dilakukan isolasi di rumah sakit supaya tak menimbulkan gejolak sosial di masyarakat lantaran dirinya domisili di rumah kos di Kota Malang.

"Supaya tidak menimbulkan gejolak sosial di masyarakat. Warga Kota Malang, ngekos di Malang dan kerjanya di sini," tuturnya.

Sejauh ini, lanjut Husnul, klaster tenaga medis mendominasi pasien positif corona di Kota Malang. Hingga Jumat 22 Mei 2020 dari 30 kasus positif corona di Kota Malang, sekitar setengahnya merupakan tenaga medis.

"Yang paling besar tenaga kesehatan, persentase kalau kita jumlah 14 - 15 orang yang kena tapi sebagian sudah sembuh," ucapnya.

Meski sesuai keamanan alat pelindung diri (APD) sudah standar, faktor interaksi intensif dengan pasien menjadi salah satu alasan para tenaga medis dapat tertular corona.

"Kalau APD sudah standar, apalagi di layanan, kedua faktor frekuensi kontaknya. Jadi kan pasien dirawat setiap hari, mungkin sehari dua kali dikunjungi. Frekuensi lebih sering itu juga menyebabkan itu (tertular corona). Kedua ya mungkin imunutas yang bersangkutan itu menurun bisa," terangnya.

Namun, dari sekitar 15 tenaga medis yang terpapar corona, tidak ada yang mempunyai gejala klinis, apalagi sampai harus mendapatkan perawatan intensif sebagaimana yang terjadi di daerah lainnya.

"Tidak ada yang dirawat di rumah sakit karena tanpa gejala. Dari 15 itu, beberapa sudah sembuh,"pungkasnya.

Di Kota Malang sendiri dari 30 orang pasien positif corona, 12 orang telah sembuh dan 18 orang masih menjalani perawatan. Sedangkan ada 223 pasien dalam pengawasan (PDP), dimana 17 orang dinyatakan sembuh, 76 pasien dalam pengawasan, dan 130 pasien selesai pengawasan.

Sementara itu jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kota Malang mencapai 853, dimana 763 orang selesai dipantau, 89 orang sedang dipantau, dan tiga orang dinyatakan meninggal dunia.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini