Petugas Check Point PSBB Pergoki 3 Pemudik Bersembunyi di Mobil Barang

Avirista Midaada, Okezone · Senin 25 Mei 2020 23:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 25 519 2219403 petugas-check-point-psbb-pergoki-3-pemudik-bersembunyi-di-mobil-barang-qkRFhL5R8Q.jpg Petugas cek point pergoki pemudik (foto: ist)

KOTA MALANG - Tiga orang pemudik yang bersembunyi di mobil angkutan barang kepergok petugas gabungan di pos check point PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Balearjosari, Kota Malang, Senin (25/5/2020) dini hari.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang, Handi Priyanto membenarkan petugas gabungan memergoki tiga orang yang bersembunyi di pick-up barang, guna mengelabui petugas.

“Pikup isi enam orang, tiga di depan dan tiga orang di belakang berada dalam terpal sekilas seperti angkut barang,” ujar Handi kepada Okezone, Senin (25/5/2020).

Saat dimintai keterangan, ketiganya tak mampu menunjukkan surat keterangan jalan dan disinyalir berniat mengelabui petugas supaya bisa masuk ke Kota Malang.

“Tanpa ada surat keterangan jalan, lebih lebih sudah ada indikasi dan modus masuk kota Malang dengan sembunyi,” tutur Handi.

 Mudik

Menurutnya, ketiga orang ini rencananya akan mengunjungi keluarganya yang ada di Malang, sehingga harus diminta putar balik karena tidak memiliki tujuan yang jelas.

“Dari Surabaya mau sambang keluarganya di Malang. Kita suruh putar balik kembali ke asal,” ucapnya.

Ia menambahkan, seluruh pos check point di Kota Malang, setidaknya sudah ada 57.904 sepeda motor yang diperiksa, dimana 2.866 unit diminta putar balik. Sedangkan jumlah mobil yang diperiksa mencapai 33.521 unit dimana 1.594 unit mobil diminta memutar balik.

Sementara itu 1.611 warga yang melanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dikenakan sanksi surat teguran.

"Ada pun untuk blanko teguran PSBB telah kita keluarkan sebanyak 1.611 blanko teguran,” beber Handi kembali.

Pelanggaran yang terjadi didominasi pengendara yang masih tidak mengenakan masker, suhu tubuh pengendara di atas normal, pengemudi ojek online yang masih mengangkut orang, pengemudi sepeda motor yang membonceng tidak satu alamat, hingga mobil yang memuat penumpang melebihi kapasitas.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini