Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pakar Kesehatan Kritisi Kebijakan New Normal

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Rabu, 27 Mei 2020 |13:06 WIB
Pakar Kesehatan Kritisi Kebijakan <i>New Normal</i>
Penerapan physical distancing di MRT untuk memutus penyebaran virus corona. (Ilustrasi/Foto : Okezone.com/Arif Julianto)
A
A
A

Penerapan Physical Distancing saat Warga Gadaikan Perhiasan

Hermawan menjelaskan makna the new normal yang mengartikan adanya perubahan budaya dan perilaku baru dalam hidup di tengah-tengah pandemi corona. Menurutnya, setiap negara wajar jika ingin menerapkan konsep the new normal.

Namun, ia menekankan, harus ada persyaratan yang dipenuhi suatu negara jika ingin menjalankan kebijakan the new normal. Salah satunya negara tersebut sudah melewati puncak krisis Covid-19.

"Oleh karena itu sebelum benar-benar diberlakukan the new normal, kita harus betul-betul melewati puncak pandemi dengan mengendalikannya secara cepat, telah terjadi pelambatan kasus, masyarakat siap, dan infrastrukturnya tanggap," katanya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement