Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

14 Anak Meninggal karena Covid-19, KPAI Sebut Sekolah Bisa Jadi Klaster Baru

Pernita Hestin Untari , Jurnalis-Rabu, 27 Mei 2020 |13:14 WIB
14 Anak Meninggal karena Covid-19, KPAI Sebut Sekolah Bisa Jadi Klaster Baru
ilustrasi: okezone
A
A
A

JAKARTA- Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti mengatakan sekolah bisa menjadi klaster baru penyebaran virus corona bila dibuka. Sekolah kabarnya akan mulai dibuka kembali pada 13 Juli 2020.

Retno mengutip dari data Kementerian Kesehatan terdapat 831 anak yang terinfeksi virus corona (Covid-19) untuk rentan usia 0-14 tahun.

"Penularan virus yang mewabah itu terjadi melalui kontak dari orang tua dan keluarga terdekat,” ujar Retno dalam keterangan resminya, Rabu (27/5/2020).

Lebih lanjut, Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada 129 anak yang meninggal dunia dengan status pasien dalam pengawasan (PDP). Yang menyedihkan, ada 14 anak yang meninggal dengan status positif Covid-19.

IDAI juga mencatat terdapat 3.400 anak yang dalam perawatan dengan berbagai penyakit. Dari jumlah itu, ada 584 orang terkonfirmasi positif dan 14 orang meninggal dunia.

“Anak-anak tertular Covid-19 itu menunjukan bukti bahwa rumor Covid-19 tidak menyerang anak-anak tidak benar,” imbuh Retno.

Melihat data-data di atas, KPAI meminta Pemerintah untuk belajar dari negara lain dalam langkah pembukaan sekolah.

"Beberapa negara membuka sekolah setelah kasus positif Covid-19 menurun drastis bahkan sudah nol kasus. Itupun masih ditemukan kasus penularan Covid-19 yang menyerang guru dan siswa. Peristiwa itu terjadi di Finlandia. Padahal mereka tentu mempunyai sistem kesehatan yang baik. Persiapan pembukaan yang matang. Sekolah pun jadi klaster baru," kata Retno.

Di China kata dia, pembukaan sekolah dilakukan setelah tidak ada kasus positif Covid-19 selama 10 hari.

“Pembukaan disertai penerapan protokol kesehatan yang ketat. Para guru yang mengajar sudah menjalani isolasi dahulu selama 14 hari sebelum sekolah dibuka,” terang Retno.

Retno menambahkan, pemerintah perlu untuk melibatkan IDAI dan ahli epidemiologi sebelum membuka sekolah pada tahun ajaran baru. Rencana ini perlu dipersiapkan dan dipikirkan secara matang karena menyangkut keselamatan guru, anak-anak, dan pegawai sekolah.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement