Gelombang Panas Landa Bagian Utara India, Suhu Capai 50 Derajat Celcius

Agregasi VOA, · Kamis 28 Mei 2020 15:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 28 18 2221008 gelombang-panas-landa-bagian-utara-india-suhu-capai-50-derajat-celcius-KvukQ0OBb6.jpg Pohon roboh akibat topan Amphan di Kolkatta, India, 21 Mei 2020. (Foto: Reuters)

NEW DELHI – Di saat India bersiap menghadapi musim panas, banyak kota di bagian utara negara itu dilanda gelombang panas dengan temperatur melebihi 45 derajat Celcius. Gelombang panas ini merupakan yang tertinggi di India selama puluhan tahun dan diperkirakan akan bertahan setidaknya hingga Jumat (29/5/2020).

Pada Selasa (26/5/2020), Distrik Churu di Rajashtan mencatat temperatur maksimum 50 derajat Celsius. Ravindra Sihag dari Badan Meteorologi India mengatakan, itu merupakan suhu tertinggi yang tercatat di dunia pada hari tersebut.

Temperatur di ibu kota, New Delhi, juga meningkat hingga di atas 47 derajat Celsius pekan ini. Sejumlah negara bagian mengeluarkan peringatan agar warga tidak ke luar rumah dan minum banyak air.

Topan Amphan, yang mengakibatkan kerusakan hebat di Benggala Barat dan Odisha, dua negara bagian di kawasan pantai timur India, diduga sebagai salah satu penyebab terciptanya gelombang panas itu.

Dilansir VOA, Kepala Badan Meteorologi India, Mrutyunjay Mohapatra mengatakan, topan itu menyedot kelembaban di udara dan memicu angin kering panas yang kini meniup dataran-dataran utara dan tengah India.

Bulan-bulan utama musim panas, April, Mei dan Juni, biasanya luar biasa panas di India sebelum akhirnya datang musim hujan. Hujan lebat biasanya melanda India Selatan pada pekan pertama Juni, dan sisanya dalam kurun waktu satu bulan kemudian.

Pada beberapa tahun terakhir, gelombang panas mengakibatkan banyak kematian di India. Pada tahun 2015, negara itu mengalami gelombang panas terburuk sejak 1992 yang menewaskan sedikitnya 2.081 orang.

Selama serangan gelombang panas, negara berpenduduk 1,3 miliar orang itu biasanya mengalami kekurangan air parah, dengan puluhan juta warganya tidak mendapatkan suplai air yang mengalir.

(dka)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini