Seperti Jakarta, Arus Keluar-Masuk Kota Bukittingi Diperketat

Rus Akbar, Okezone · Kamis 28 Mei 2020 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 28 340 2220870 seperti-jakarta-arus-keluar-masuk-kota-bukittingi-diperketat-tpfBMaDyex.jpg Ilustrasi. Foto: Okezone

BUKITTINGGI – Tak hanya DKI Jakarta, Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, juga memperketat pengawasan keluar-masuknya warga. Pengecekan KTP dan surat sehat dilakukan di jalur-jalur tertentu menuju kota minang tersebut.

“Kita bukan melarang penuh tapi kita akan seleksi, dari klaster mana dia, KTP mana. Ya mohon maaf harus tegas-tegas soal itu karena itu Padang cukup banyak yang positif,” ujar Wali Kota Bukitinggi Ramlan Nurmatias, Kamis (28/5/2020)

Jika warga yang bersangkutan itu dari klaster zona merah maka dia akan disuruh memutar balik. “Bukan dilarang tapi diseleksi artinya Padang-nya di mana. Misalnya dia dari Pasar Raya, enggak mungkin kita suruh masuk, kita akan larang dia masuk dan menyuruh kembali ke tempatnya,” ucapnya.

Ramlan mengakui aturan tersebut memang berat untuk diterapkan. Namun ini adalah keputusan terbaik untuk melindungi masyarakat Kota Bukittinggi agar yang sehat tidak tertular virus corona (Covid-19)

"Artinya kadang-kadang kita kasihan. Kita tidak ingin warga Sumbar sakit semua, jangan semua yang sehat di Bukitinggi jadi sakit. Padang sudah 300 lebih (kasus positif),” tuturnya.

Peranturan ini tak hanya berlaku bagi daerah tetangga Kota Bukittinggi, namun juga mesti diikuti setiap pengunjung termasuk yang datang dari Jakarta.

Baca Juga: Kadishub DKI: Ada 6.364 Kendaraan yang Diputarbalikan karena Tak Punya SIKM

“Misalnya dia dari Jakarta harus ada surat sehatnya, begitu juga pihak hotel harus memeriksa karyawannya dengan rapid test dan itu diharuskan,” pungkas Ramlan.

Sebelumnya Pemerintah DKI Jakarta memperketat arus keluar masuk warga. Mereka yang tidak memenuhi persyaratan semisal tidak mengantongi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), maka diminta putar balik.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini