Jepang Buka Taman Bermain, Pengunjung Dilarang Berteriak saat Naik Roller Coaster

Rachmat Fahzry, Okezone · Jum'at 29 Mei 2020 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 29 18 2221527 jepang-buka-taman-bermain-pengunjung-dilarang-berteriak-saat-naik-roller-coaster-c529MNrTX0.jpg Roller coaster di Jepang. (Foto/JRail Pass)

TOKYO - Taman bermain Jepang meminta pengunjung untuk tidak berteriak ketika naik wahana roller coaster di tengah pandemi virus corona. 

Aturan baru ini adalah bagian serangkaian pedoman yang dikeluarkan oleh Asosiasi Taman Hiburan Jepang. Pedoman dikeluarkan untuk meminimalkan risiko penyebaran virus corona dan memastikan keselamatan pengunjung dan karyawan. 

Selain dilarang berteriak, pedoman juga menyebut para pengunjung untuk sering menggunakan sanitiser tangan, memakai masker wajah dan lulus pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk. Kapasitas taman hiburan juga dibatasi.

Dalam satu pedoman, yang membahas aturan menaiki roller coaster, Asosiasi Taman Hiburan Jepang meminta para pengunjung tidak berteriak.

“Saat naik, pengunjung diharapkan mencuci tangan dan menggunakan sanitiser tangan. Pengunjung juga mengenakan masker dan jangan berteriak, isi pedoman Asosiasi Taman Hiburan Jepang mengutip Independent, Jumat (29/5/2020).

“Pengunjung diimbau mematuhi langkah-langkah penyebaran infeksi dan mengikuti aturan pengukuran suhu. Jangan banyak bicara dan jaga jarak minimal 2 meter,” saran pedoman.

Karyawan juga harus membatasi komunikasi dengan para pengunjung, seperti saat memeriksa tiket masuk.

"Sebagai pedoman baru layanan pelanggan, Anda mengenakan masker, Anda dapat menggunakan mata, tersenyum, gerakan tangan, dll, untuk berkomunikasi dengan pengunjung," salah satu saran menyatakan.

Sebagian besar taman hiburan Jepang ditutup sejak Februari. PM Jepang Shinzo Abe memberlakukan keadaan darurat selama sebulan penuh untuk tujuh wilayah pada 7 April, kemudian menerapkannya secara nasional.

Abe mengklaim negaranya telah berhasil mengendalikan penyebaran virus corona hanya satu setengah bulan tanpa menerapkan kebijakan karantina wilayah alias lockdown.

"Saya telah memutuskan untuk mengakhiri keadaan darurat di seluruh negara," kata Abe mengutip Newsweek pada Selasa, 26 Mei 2020.

"Hanya dalam waktu satu setengah bulan, kita hampir mengendalikan situasi (penularan virus corona-red)," lanjut dia. 

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini