PEKANBARU - Provinsi Riau merupakan salah satu wilayah yang menerapkan new normal life atau pola hidup baru di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Riau, Indra Yopi mengatakan sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir pada 28 Mei 2020 dilanjutkan dengan penerapan new normal, banyak warga yang berpergian ke luar Riau.
Kata dia hal ini ditandai dengan melonjaknya permintaan penerbitan Surat Kesehatan Berpergian dan rapid test serta uji swab sebagai syarat bepergian ke luar daerah.
"Banyak pergerakan warga ke luar Riau khususnya yang berangkat ke Jakarta. Ini ditandai dengan banyaknya permintaan untuk rapid test maupun PCR swab berbayar," ujarnya pada Minggu (31/5/2020).
Untuk memiliki dokumen hasil swab pribadi, setiap orang harus tes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. "Sudah banyak permintaan swab berbayar ke RSUD Arifin Achmad. Namun untuk warga yang datang ke Riau masih belum menunjukan peningkatan, stabil," imbuh Indra.
Baca Juga: Tak Ada Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Riau
Dia menilai banyak warga yang salah kaprah dengan penerapan new normal di Riau. Warga mengira bahwa new normal bebas beraktivitas seperti biasa.
"Banyak dari beberapa golongan menganggap bahwa new normal itu sama seperti tidak ada pandemi corona. Ini salah kaprah, padahal new normal itu malah warga semakin meningkatkan kewaspadaan. Cukup dengan mengikuti protokol kesehatan, rajin cuci tangan, jaga jarak, maka akan terhindar dari penularan," tukasnya.
Baca Juga: Pulang ke Riau, 6 Siswa dari Jabar Positif Covid-19
(Abu Sahma Pane)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.