Berapa Biaya Tes Covid-19 Bagi Pelaku Perjalanan di Bali?

Bagus Alit, iNews · Minggu 31 Mei 2020 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 31 340 2222324 berapa-biaya-tes-covid-19-bagi-pelaku-perjalanan-di-bali-JLHfAV2EOb.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

BALI - Rumah Sakit Universitas Udayana, Kuta Selatan, Badung, Bali, merupakan layanan kesehatan khusus bagi pasien virus corona (Covid-19).

Pantauan di lokasi sejak pagi, Minggu (31/5/2020) ratusan warga lokal maupun warga negara asing silih berganti berdatangan untuk mendaftar melakukan rapid test maupun swab test.

Mengantisipasi agar pengunjung yang antre tak kepanasan atau kehujanan, petugas rumah sakit berinisiatif mendirikan satu tenda memadai lengkap dengan kursi.

Untuk mengurangi kerumunan orang sekaligus penerapan protokol kesehatan seperti physical distancing di lobby rumah sakit, petugas sebenarnya sudah mengimbau pasien mendaftar secara online guna mendapat nomor antrean.

Namun karena keterbatasan informasi, masih banyak warga yang langsung datang ke rumah sakit tersebut tanpa mencari nomor antrean terlebih dahulu.

Direktur Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri Universitas Udayana, Dewa Putu Gde Purwa Samatra menjelaskan sejak dikeluarkannya Surat Edaran Nomor 10925 tentang Pengendalian Perjalanan Orang pada pintu masuk wilayah bali serta percepatan penanganan covid-19, pelaku perjalanan yang ingin mendapatkan Surat Bebas Covid-19 rata-rata lebih dari 80 orang per harinya.

Baca Juga: Pelaku Pemalsuan Surat Bebas Covid-19 Patok Tarif Rp300 Ribu

Kuota pemeriksaan Covid-19 terpaksa ditata sedemikian rupa karena harus berbagi dengan pasien. Kuota pemeriksaan bagi pelaku perjalanan dengan warga yang merupakan pasien, disesuaikan dengan kapasitas laboratorium.

Terkait tarif paket rapid test dan paket Swab r-RT-PCR, Dewa Putu Gde mengatakan, pasien kasus Covid-19 tak dikenai biaya. “Orang yang PDP, ODP itu gratis, enggak ada biaya. Yang kena biaya itu kan yang sehat yang hendak melakukan perjalanan,” ujar Dewa Putu Gde.

Namun bagi pelaku perjalanan yang merupakan pemohon rapid test maupun swab, harus membayar sesuai persyaratan yang telah dikeluarkan.

Khusus di RS yang ia pimpin, tarif rapid tes pasien umum bervariasi, mulai dari Rp105 ribu hingga Rp400 ribu.

Sedangkan paket swab r-rt-pcr bagi pasien umum harga lebih mahal berkisar Rp350 ribu rupiah hingga Rp1 juta.

Baca Juga: Polisi Tangkap 2 Kelompok Penjual Surat Bebas Covid-19 Palsu di Bali

Hasil tes akan selesai sehari kemudian dan harus diambil langsung oleh yang bersangkutan. Surat bebas Covid-19 tersebut selanjutnya hanya berlaku selama 7 hari.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini