Relaksasi Ekonomi, Pemkot Jambi Akan Buka Tempat Wisata hingga Sarana Olahraga

Azhari Sultan, Okezone · Minggu 31 Mei 2020 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 31 340 2222427 relaksasi-ekonomi-pemkot-jambi-akan-buka-tempat-wisata-hingga-sarana-olahraga-17coJmRmrv.jpg Wali Kota Jambi Syarif Fasha. Foto: Pemkot Jambi

JAMBI - Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan bahwa pihaknya sudah banyak menerapkan kebijakan strategis dalam penanganan Covid-19. Mulai awal Juni 2020, relaksasi akan dilakukan, namun itu bukan new normal.

"Pemkot Jambi akan melakukan relaksasi bidang ekonomi, sosial dan kemasyarakatan. Kemungkinan tempat hiburan, tempat wisata, arena olahraga, permainan anak, dan jenis usaha lainnya akan mulai dibuka kembali. Regulasinya sedang kita siapkan, baik berupa perwal, instruksi wali kota, dan juga imbauan wali kota,” ungkapnya, Minggu (31/5/2020).

Bagi usaha-usaha yang akan buka kembali, akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu dan wajib mengikuti protokol kesehatan.

Menurutnya, pelaku usaha harus menyiapkan sarana cuci tangan, masker bagi pengunjung, menerapkan social distancing, cek suhu (Thermal Gun), serta membatasi jumlah dan jam pengunjung.

“Tim monitoring juga akan dibentuk untuk mengawasi. Jika ada pelanggaran akan dikenakan denda,” ujar Fasha.

Sementara untuk sosial dan kemasyarakatan, pemerintah akan melonggarkan kegiatan pernikahan dan beribadah. "Akan tetapi tidak boleh dilaksanakan di rumah, harus di kantor urusan agama (KUA). Selain itu juga akan dibatasi jumlah tamu dan saksi nikah sebanyak 10 orang," paparnya.

Di samping itu Pemkot Jambi juga akan membolehkan masyarakat untuk beribadah di masjid, mushola, gereja, klenteng, dan lainnya. Namun jamaah wajib mengikuti protokol kesehatan.

“Sholat Jumat bisa dilakukan di masjid. Tapi setiap masjid harus mengajukan surat ke Satgas. Mereka juga harus menyediakan sarana cuci tangan, pakai masker, membawa sajadah masing-masing, menyiapkan thermal gun, membatasi jamaah. Dan sesuai anjuran dari MUI, tidak perlu khotbah panjang, dan cukup membaca ayat–ayat pendek saja,” tandas Fasha.

Tidak hanya itu, lanjut Wali Kota, untuk jam malam, pemerintah juga akan memberikan kelonggaran sampai pukul 23.00 WIB.

"Selama ini pedagang malam hanya boleh buka hingga pukul 21.00 WIB. Tapi kelonggaran 2 jam itu juga tidak boleh makan di tempat, harus dibungkus atau dibawa pulang,” pungkasnya Fasha.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini