Anak Tenaga Kesehatan Covid-19 Diberi Kuota Khusus PPDB SMA-SMK Negeri di jatim

Syaiful Islam, Okezone · Minggu 31 Mei 2020 18:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 31 519 2222501 anak-tenaga-kesehatan-covid-19-diberi-kuota-khusus-ppdb-sma-smk-negeri-di-jatim-qHHmS3p6kK.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

SURABAYA - Para anak tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien covid-19 diberikan kuota khusus dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA-SMK Negeri. Dimana sebanyak 3.817 kursi telah disiapkan untuk para anak nakes.

Ini sebagai bentuk apresiasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terhadap tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam merawat pasien covid-19 hingga sembuh.

Seleksi PPDB SMA SMK PK-PLK Negeri tahun ajaran 2020/2021 sendiri akan dimulai pada 8 Juni 2020. Dari total kuota PPDB SMA SMA Negeri Jatim mendatang, para putra putri tenaga kesehatan yang menangani pasien covid-19 mendapat kuota sebesar 1 persen.

"Kami siapkan kuota sebesar 1 persen bagi putra putri tenaga kesehatan sampai dengan sopir ambulans, yang telah mendedikasikan diri untuk penanganan pasien covid-19. Mereka adalah garda terdepan kita dalam melawan covid-19," terang Gubernur Khofifah, Minggu (31/5/2020).

Jumlah kuota PPDB tahun ini ada sebanyak 381.752 siswa. Untuk menampung putra-putri tenaga kesehatan Jawa Timur disiapkan 1 persen dari seluruh kuota yang ada.

Maka total kuota yang disediakan untuk para putra putri tenaga kesehatan yang menangani covid-19 ada sebanyak 3.817 siswa. Kuota tersebut tersebar 1.542 SMA Negeri dan juga 2.081 SMK negeri di Jawa Timur.

Hitungan tersebut didapatkan setelah melakukan kalkulasi. Jumah rumah sakit rujukan covid-19 di Jatim ada sebanyak 99 rumah sakit. Sedangkan jumlah nakes yang menangani langsung pasien covid-19 per rumah sakit rata-rata ada sebanyak 10 hingga 40 orang.

Jika diambil angka maksimalnya dimana per rumah sakit ada sebanyak 40 orang yang terlibat langsung dalam penanganan covid-19, artinya ada sebanyak 3.960 orang tenaga kesehatan yang akan mendapatkan apresiasi ini.

Ketika diasumsikan jumlah terbesar ada 80 persen tenaga kesehatan hingga sopir ambulan yang anaknya akan masuk ke SMA SMK Negeri, maka akan ada sebanyak 3.168 orang siswa yang akan masuk ke SMA SMK Negeri.

Oleh sebab itu, dengan menyediakan kuota satu persen atau sebanyak 3.817 kursi, maka seluruh putra putri tenaga kesehatan Jatim yang masuk ke SMA SMK Negeri akan tertampung dan mendapatkan kursi.

"Dengan adanya kuota ini, maka nakes tetap bisa konsentrasi yang kuat untuk memberikan layanan pasien covid-19 tanpa harus khawatir putra putrinya yang akan masuk SMA SMK, karena sudah ada kuota khusus," tandas Khofifah.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini