Polisi Tembak Pria Palestina Penyandang Autis , Menhan Israel Mohon Maaf

Agregasi VOA, · Senin 01 Juni 2020 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 01 18 2222691 polisi-tembak-pria-palestina-penyandang-autis-menhan-israel-mohon-maaf-OktRlMkOPf.jpg Warga membawa jasad Iyad Khayri, pria austis yang ditembak polisi Israel. (Foto/Gulf News)

YERUSALEM - Menteri pertahanan Israel memohon maaf atas penembakan mematikan oleh polisi terhadap seorang pria Palestina tak bersenjata yang menyandang autisme.

Benny Gantz, yang juga salah seorang perdana menteri berdasarkan perjanjian bagi kekuasaan Israel, menyampaikan pernyataan itu Minggu (31/5) dalam pertemuan mingguan Kabinet Israel.

"Kami benar-benar minta maaf atas insiden di mana Iyad Khayri ditembak mati dan kami ikut serta dalam kesedihan keluarga. Tetapi saya yakin masala ini akan diselidiki dan kesimpulannya akan didapat dengan cepat," ujar Gantz mengutip Reuters, Senin (1/6/2020).

Dia duduk dekat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang tidak menyinggung soal insiden itu dalam pidato pembukaannya.

Penembakan laki-laki Palestina berusia 32 tahun di Kota Tua Yerusalem itu telah memicu kemarahan luas.

Insiden itu menghidupkan kembali keluhan terkait penggunaan kekuatan berlebihan oleh pasukan keamanan Israel.

Di media sosial, sebagian membandingkan penembakan itu dengan kasus kekerasan oleh polisi di AS baru-baru ini.

Iyad Khayri, pria Palestina yang mengalami gangguan kesehatan mental ditembak mati oleh polisi Israel di Kota Tua, Yerusalem, pada Sabtu (30/5). Ia ditembak karena diduga membawa senjata, namun polisi tidak menemukan senjata apa pun.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini