PARIS – Puluhan pengunjuk rasa berlutut dan memegang plakat di depan kedutaan besar Amerika Serikat (AS) di Paris, Prancis pada Senin (1/6/2020) sebagai bentuk solidaritas untuk George Floyd, seorang pria Afrika-Amerika tewas dalam tahanan polisi pekan lalu. Kematian Floyd telah memicu gelombang demonstrasi dan kekacauan AS.
Sebagian besar pengunjuk rasa di Prancis mengenakan pakaian hitam dan masker wajah karena krisis virus corona. Mereka memegang plakat yang mengatakan: "Rasisme mencekik kita," "Keadilan untuk Floyd" dan "Aku tidak bisa bernapas" - kata-kata terakhir Floyd yang diucapkan Floyd kepada polisi kulit putih yang berlutut di lehernya.
"George Floyd adalah korban kejahatan rasis, pembunuhan rasis di Amerika Serikat oleh seorang polisi," kata Dominique Sopo, kepala kelompok anti-rasisme Prancis SOS Racisme yang membantu mengorganisir protes sebagaimana dilansir Reuters.
Dalam sebuah pernyataan, penyelenggara mendesak solidaritas yang meluas di antara kelompok-kelompok anti-rasis di Prancis untuk mengecam kejahatan yang “sayangnya” biasa terjadi di Amerika Serikat.
"Kami juga menyerukan ketegasan yang tertinggi di Prancis, termasuk di tingkat negara bagian, di mana tindakan rasisme di kepolisian baru-baru ini dilaporkan," kata pernyataan itu.
Setelah kurang dari satu jam, para demonstran dengan damai dikawal pergi dari perimeter kedutaan oleh polisi dengan perlengkapan anti huru-hara.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.