SURABAYA – Peningkatan jumlah kasus virus corona (Covid-19) di Surabaya membuat provinsi tersebut masuk zona hitam. Lalu apa maksudnya zona hitam itu?
"Tadi ada yang tanya kok masuk hitam, kenapa di Surabaya kok masuk hitam, itu merah tua. Yang bikin pewarnaan ini mas dokter Jibril, jadi ada warna-warna merah tua, ada merah maron, dan merah-merah biasa," terang Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, Senin 1 Juni 2020 malam.
"Kalau misalnya Sidoarjo 513 sampai 1.024, maka warnanya semakin tua. Kalau angka di atas itu, maka warnanya merah tua sekali. Kenapa ada perbedaan warna, karena melihat perbedaan secara kuantitatif, jadi yang terkonfirmasi positif di masing-masing daerah," tambahnya.
Khofifah menambahkan, pihaknya berpesan kepada masyarakat agar tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai Covid-19. Seperti tetap berada di rumah, jika terpaksa keluar rumah harus memakai masker.
Baca Juga: Kasus Covid-19 di Jatim Meningkat, Doni Monardo: Ini Testing yang Masif
Kemudian melakukan physical distancing dan social distancing, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Sebab sampai saat ini vaksin untuk Covid-19 masih belum ada.
Sementara itu berdasarkan data infocovid19.jatimprov, jumlah pasien positif corona di Surabaya per 2 Juni 2020 mencapai 2.748. Angka tersebut jadi yang tertinggi di Jatim. Sedangkan terbanyak kedua tercatat di Sidoarjo dengan jumlah 683 kasus.
Baca Juga: 5.135 Warga Jatim Positif Corona, Ini Pesan Doni Monardo
(Abu Sahma Pane)