Share

Dokumen Rahasia Rudal Nuklir AS Bocor, Hacker Rusia Dituding Bertanggungjawab

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 05 Juni 2020 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 05 18 2224913 dokumen-rahasia-rudal-nuklir-as-bocor-hacker-rusia-dituding-bertanggungjawab-Ytfbr24qWX.jpg Rudal Minuteman III. (Foto: AP)

PEMERAS dunia maya telah mencuri dokumen rahasia yang mungkin berisi informasi tentang penangkal nuklir Minuteman III Amerika Serikat, demikian dilaporkan Sky News.

Dalam laporannya, Sky News menyebutkan bahwa para peretas mengambil file-file itu melalui Westech International, subkontraktor pemeliharaan dan rekayasa Angkatan Udara AS yang bekerja pada rudal balistik antarbenua berbasis darat, LGM-30G Minuteman III.

Minuteman III adalah sistem pencegah nuklir utama yang mengendalikan hulu ledak termonuklir yang dapat meluncur sejauh lebih dari 6.000 mil atau sekira 9,656 km.

Informasi itu dilaporkan dicuri setelah para peretas berhasil menginfeksi jaringan komputer Westech International dengan ransomware.

Dengan cara ransomware klasik, para peretas kemudian melanjutkan untuk membocorkan dokumen secara online.

Kelompok itu membocorkan informasi pribadi serta komunikasi email dan data penggajian untuk menunjukkan kepada Westech bahwa perusahaan itu telah diretas.

Meskipun operasi itu dicapai melalui ransomware, nilai semata-mata dari informasi itu berarti bahwa tidak mungkin itu akan pernah diambil, bahkan jika tebusan dibayarkan.

Brett Callow, seorang peneliti untuk Emsisoft, yang berspesialisasi dalam menangani insiden ransomware, mengatakan kepada Sky News bahwa meski peretasan dilakukan dengan ransomware, nilainya informasi yang didapat peretas dianggap terlalu tinggi untuk ditebus.

โ€œBahkan jika perusahaan membayar tebusan, tidak ada jaminan bahwa penjahat akan menghancurkan data yang dicuri, terutama jika ia memiliki nilai pasar yang tinggi," ujar Callow sebagaimana dilansir RT.

Media AS menuding kelompok Rusia bertanggungjawab atas peretasan Westech. Alasan utama tudingan itu adalah karena jenis ransomware yang digunakan, bernama MAZE, di masa lalu telah diperdagangkan di berbagai pasar kejahatan siber berbahasa Rusia.

Meski begitu, sejauh ini tidak ada bukti yang mengaitkan kejahatan tersebut dengan Kremlin.

Ini bukan kebocoran data rudal pertama yang dilaporkan dalam sebulan terakhir. Pada Mei, surat kabar Jepang, Asahi Shimbun melaporkan bahwa rincian rudal canggih Jepang mungkin telah bocor ketika dikirim ke berbagai kontraktor sebagai penawaran.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini