JAKARTA - Kegiatan sosial-ekonomi mulai dibuka kembali pada bulan Juni 2020, di beberapa daerah. Anggota Komisi IX DPR Fraksi PDIP, M. Nabil Haroen menilai, Pemerintah perlu menerapkan sanksi dan penghargaan (reward and punishment) pada aturan new normal.
Hal itu dilakukan agar seluruh sektor lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan saat new normal.
“Pasar yang tidak taat protokol Covid-19 berikan punishment, atau bahkan tempat ibadah sekalipun harus ada reward dan punisment. Orang akan santai-santai saja nanti bila tidak ada,” kata Nabil dalam diskusi Polemik Trijaya secara virtual, Sabtu (6/6/2020).
Nabil bercerita, dia menjumpai satu cek poin PSBB yang pengawasannya longgar. Selain itu, dia juga menemukan banyak pasar yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya tidak ada sekat plastik antara penjual dan pembeli.
Baca juga: Meski Sudah Diizinkan Buka, Gereja di Bekasi Pilih Ibadah Secara Virtual
"Padahal dalam aturan new normal, di mana salah satu anjurannya adalah penyediaan sekat plastik antar penjual dan pembeli. Serta, memberi jarak antar pembeli minimal 1 meter," kata Nabil.
Nabil menambhakan, new normal harus dimanfaatkan dengan baik untuk mendorong roda ekonomi.“Kalau dibuat transisi harus dimanfaatakan dengan baik, jangan hanya namanya saja tapi harus dievaluasi. Seperti cek poin saja itu ada yang lepas dari pengawassan,” imbuh Nabil.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.