HASIL jajak pendapat di Amerika Serikat (AS) semakin menunjukkan bahwa warga Amerika tidak setuju dengan kinerja Presiden Donald Trump semasa menjabat. Dalam upayanya untuk terpilih kembali untuk duduk di Gedung Putih, popularitas Trump tertinggal dari saingannya, Wakil Presiden Joe Biden.
Dalam jajak pendapat terbaru pada Senin (8/6/2020), CNN mengatakan, para pemilih yang disurvei pekan lalu tidak menyetujui Trump menjabat presiden dengan selisih 57% banding 38%, dan kalah dari Biden dengan selisih 55% banding 41%, lima bulan menjelang Hari Pemilihan pada 3 November.
Trump mencemooh jajak pendapat CNN itu dalam sebuah cuitan di Twitter. Ia menulis, jajak pendapat itu "sama palsu dengan berita mereka."
I have retained highly respected pollster, McLaughlin & Associates, to analyze todays CNN Poll (and others), which I felt were FAKE based on the incredible enthusiasm we are receiving. Read analysis for yourself. This is the same thing they and others did when we defeated...
— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) June 8, 2020
...Crooked Hillary Clinton in 2016. They are called SUPPRESSION POLLS, and are put out to dampen enthusiasm. Despite 3 ½ years of phony Witch Hunts, we are winning, and will close it out on November 3rd! pic.twitter.com/4IhuLUZjsv
— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) June 8, 2020
Biden juga mengalahkan Trump dalam penanganan pandemi virus corona, 55% banding 41%, sementara pemilih lebih menyukai Trump dalam ekonomi dengan selisih 51% banding 46%.
Jajak pendapat nasional di Amerika secara konsisten menunjukkan Biden unggul dari Trump, di 40 negara bagian pada Mei dan sembilan negara bagian lainnya pada Juni.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.