"RUU Penyiaran pun masih dalam suatu penggodokan, dan mungkin digital ini bisa terlaksana setelah RUU dan tentunya kita juga harus melihat road map daripada rencana digitalisasi karena sampai hari ini baru 12 provinsi yang ditenderkan itupun belum berjalan sempurna baru uji coba, dan tentunya harus melihat investasi kepada digital nanti," jelasnya.
Disisi lain tambah Syafril, saat ini masyarakat masih banyak yang menjual televisis berbasis analog. Artinya menurut Syafril masih banyak pabrik yang justru belum bersiap ke digital.
"Jadi belum semua toko belum semua pabrikan itu menggunakan televisi digital. Belum lagi kita melihat masih ada dari 34 provinsi baru 12 provinsi yang disiapkan untuk digitalisasi tentunya ada suatu proses," terangnya.
"Sehingga mungkin bagi kami apabila memang ini memungkinkan permohonan kepada Pak Menteri tentunya untuk ASO, atau automatic switch off dari analaog kepada digital ini kami berharap diberi nafas para industri penyiaran ini untuk mempersiapkan sesuatunya supaya bisa on pada waktunya," tandasnya.
(Awaludin)