PSBB Tak Diperpanjang, 1.600 Petugas Gabungan Kawal Masa Transisi di Surabaya Raya

Syaiful Islam, Okezone · Selasa 09 Juni 2020 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 519 2227118 psbb-tak-diperpanjang-1-600-petugas-gabungan-kawal-masa-transisi-di-surabaya-raya-wRc6LgZbsM.jpg Kapolda Jatim Irjen Mohammad Fadil (kedua dari kanan). Foto: Istimewa

SURABAYA - Sebanyak 1.600 petugas gabungan personil Polda Jatim -TNI diterjunkan untuk mengawal masa transisi menuju New Normal di Surabaya Raya meliputi Kabupaten Sidoarjo, Gresik dan Kota Surabaya selama 14 hari. Ribuan personil itu diterjunkan setelah PSBB tidak diperpanjang.

Para personil tersebut akan disebar di titik-titik kerumunan untuk memastikan protokol kesehatan tetap berjalan. Bahkan petugas akan disebar hingga ke tingkat RT/RW, khususnya di Kampung Tangguh. Dengan begitu diharapkan penularan virus corona bisa dicegah.

"Ada 1.600 personil yang kita kerahkan untuk memastikan protokol kesehatan tetap berjalan di Surabaya Raya. Personel ini akan disebar ke tempat-tempat keramaian hingga di tingkat RT/RW, terutama di Kampung Tangguh" terang Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran, Selasa (9/6/2020).

Menurut Fadil, pihaknya juga akan menyebarkan anggotanya ke kawasan industri dan pasar tangguh. Polisi juga akan melakukan patroli secara intens agar protokol kesehatan diterapkan oleh semua masyarakat.

Petugas akan selalu mengingatkan masyarakat agar memakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, serta pengaturan jalur keluar masuk di pasar, dan lain-lain. Sehingga mata rantai penyebaran virus corona bisa diputus.

Baca Juga: PSBB Surabaya Raya Tak Diperpanjang, Gubernur Jatim: Tingkatkan Disiplin Protokol Kesehatan 

"Kita himbau secara persuasif, edukatif, humanis, dan solutif. Protokol kesehatan ini dilakukan agar masyarakat tetap sehat. Jika ada penegakan hukum, itu instrumen yang terakhir dan harus solutif. Sebab ini bukan pelanggaran pidana, melainkan prilaku untuk hidup sehat," papar Fadil.

Seperti diketahui, PSBB di Surabaya Raya meliputi Gresik, Sidoarjo dan Surabaya tidak diperpanjang usai PSBB tahap 3 berakhir pada 8 Juni 2020. Keputusan ini diambil setelah tiga kepala daerah yakni Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin serta Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, meminta agar PSBB tidak diperpanjang oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Salah satu alasannya adalah agar ekonomi berjalan.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini