Baca Juga: Update Corona Jatim: 6.806 Positif, 530 Meninggal & 1.681 Sembuh
Meski demikian, IDI Surabaya terus melakukan imbauan dan mengevaluasi ulang bagaimana pencegahan penularan di kalangan dokter dan tenaga medis.
“Kami terus lakukan evaluasi dan memperbarui APD (alat pelindung diri). Prosedur-prosedur kami perbaiki dan diperketat," kata dia.
Sementara Dekan FK Unair Prof Soetojo yang menjadi pemimpin prosesi pelepasan jenazah mengatakan, dr Miftah merupakan sosok dokter pembelajar, pekerja keras, dan rajin.
Bahkan, dr Miftah bisa disebut calon dokter FK Unair. "Kami merasa kehilangan sekali, karena dokter Miftah merupakan sosok yang pantang menyerah, terutama dalam mengobati pasien Covid-19,” kata dia.