Polisi Tahan 4 Tersangka Pengambil Paksa Jenazah Positif Covid-19

Syaiful Islam, Okezone · Jum'at 12 Juni 2020 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 519 2228860 polisi-tahan-4-tersangka-pengambil-paksa-jenazah-positif-covid-19-EZPv8qkJuH.jpg Empat tersangka pengambil paksa jenazah Covid-19 di Surabaya/Foto: Syaiful Islam-Okezone

SURABAYA - Polda Jatim menahan empat tersangka kasus pengambilan paksa jenazah positif Covid-19 di rumah sakit Paru, Karang Tembok, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Kini, keempat tersangka menjalani isolasi di rumah sakit.

Keempat tersangka berstatus sebagai Orang Dalam Risiko (ODR) karena kontak dengan jenazah yang positif corona. Identitas keempat tersangka masing-masing berinisial MI (28), MA (25), MK (23) dan MB (22) semuanya warga Jalan Wonokusumo 118, Pegirian, Surabaya.

"Iya benar Polda Jatim sudah menahan dan menetetapkan 4 orang tersangka atas kejadian tersebut. Langkah ini diambil sebagai tindakan tegas Polri dari sisi hukum yang terjadi," terang Kapolda Jatim Irjen Pol Muhammad Fadil Imran, Jumat (12/6/2020).

Kapolda Jattim

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Muhammad Fadil Imran/Foto: Syaiful Islam-Okezone

Menurut Fadil, sebelumnya beredar video mengenai adanya pihak keluarga mengambil paksa jenazah covid-19 dari dalam RS Paru Surabaya pada 4 Juni 2020. Kemudian polisi melakukan penyidikan dan penyelidikan terhadap kejadian tersebut. Serta melakukan pemanggilan saksi-saksi.

Para tersangka akan dijerat dengan Undang Undang wabah penyakit, Undang - Undang Karantina dan KUHP pasal 214 dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun. Keempat tersangka ini adalah anak dari Jenazah positif Covid-19 yang diambil paksa.

"Polisi melakukan pembantaran pada 4 tersangka untuk dilakukan isolasi di rumah sakit. Mereka menjadi ODR karena terjadi kontak fisik dengan jenazah covid-19 yang diambil paksa di RS Paru," papar Fadil.

Fadil menambahkan, disinilah fungsi Polri khususnya Polda Jatim melakukan tindakan tegas terukur dan memberikan perlindungan secara humanis. Polri juga mengedepankan Preventif Justice.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini