Sepekan Jatim dalam Angka: 129 Kematian dari 1.886 Kasus Positif Corona

Abu Sahma Pane, Okezone · Jum'at 12 Juni 2020 17:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 519 2229046 sepekan-jatim-dalam-angka-129-kematian-dari-1-886-kasus-positif-corona-u3yRbTGldp.jpg Suasana Kota Surabaya pasca-PSBB. Foto:iNews

JAKARTA - Provinsi Jawa Timur (Jatim) menjadi sorotan belakangan ini karena setiap hari masuk dalam daftar 3 besar penyumbang kasus baru virus corona (Covid-19). Seperti hari ini, daerah tersebut menjadi juara dengan penambahan 318, tertinggi se-Nusantara.

Jika ditinjau dalam sepekan terakhir, total penambahan kasus positif Covid-19 di Jatim mencapai 1.886. Berturut mulai dari 6-12 Juni 2020, angkatnya bergerak mulai 271, kemudian bertambah lagi 113, 376, 238, 273, 297, lalu terakhir 318.

Bagaimana dengan jumlah pasien sembuh dalam sepekan terakhir? Totalnya mencapai 658 jiwa yang pulih. Rinciannya mulai dari 6 Juni yaitu 154, 48, 90, 85, 97, 112, dan hari ini bertambah 72.

Pandemi semakin membuat pilu karena korban meninggal dunia tak terhindarkan. Jumlah kemarian akibat corona dalam seminggu ini tembus 129 jiwa. Rinciannya mulai 6 Juni yaitu 17, 20, 19, 12, 16, 23, dan terakhir 22.

Jatim dalam angka di atas tentu bukan pajangan semata. Sebab itu adalah pekerjaan rumah bagi setiap kepala daerah di sana.

Hanya saja meningkatnya kasus positif corona di Jatim malah diikuti dengan penghentian Pembatasan Sosial Berskala Besar. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansah menuturkan sejatinya pihaknya sudah siap menghadapi pola kehidupan baru alias new normal. Pasalnya angka penularan Covid-19 atau Rate of Transmission (RT)-nya kurang dari satu.

"Kita punya data dari tanggal 20 sampai dengan 27 Mei, Surabaya Raya, Gresik Sidoarjo maupun Jawa Timur itu selama 6 sampai 7 hari berturut-turut Rate of Transmission di bawah 1," kata Khofifah dalam program Prime Show with Ira Koesno di iNews sore, Kamis (11/6/2020).

Baca Juga: 5 Provinsi Penyumbang Terbanyak Kasus Baru Covid-19, Jatim Juara 

Menurut Khofifah, dirinya pun sudah menghitung sekiranya 8 hari lagi dari tanggal 27 Mei, Jawa Timur bisa memasuki new normal.

"Kita menyampaikan berkali-kali, ayo kita jaga mungkin kita silaturahimnya virtual dulu silaturahim secara digital silaturahim, bagi mereka yang mudik atau pulang kampung sehingga silaturahim ini kemungkinan dilakukan massif sehingga tanggal 27 naik lagi," imbuh dia.

Sementara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang wilayahya masuk zona hitam, mengatakan tak mudah menghentikan PSBB tapi itu harus dilakukan.

"Kami percaya tugas ini tidak mudah, tapi terpaksa harus kami lakukan, mengingat warga kami harus melanjutkan kehidupan mereka untuk mencari nafkah," terang Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di gedung Grahadi, Surabaya, Kamis (11/6/2020).

Namun perlu diingat tak semua warga Jatim khususnya warga Surabaya setuju PSBB diberhentikan. Contohnya salah satu warga Surabaya, Ima menilai PSBB yang tak diperpanjang maka akan menimbulkan kekhawatiran tersendiri karena risiko penularannya cukup besar.

Baca Juga:  Sejumlah Warga Surabaya Tak Setuju PSBB Dihentikan, Ini Alasannya

“Takut karena orang bebas, takut itu yang tertular enggak ketahuan. Saya sendiri jualan di pasar,” ucapnya.

Sementara Agung seorang pengendara di Kota Surabaya mengatakan, “PSBB diperpanjang atau tidak tidak masalah bagi saya. Tapi kalau diperpanjang saya lebih senang,” tuturnya.

 

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini