Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Virus Corona Ditemukan pada Papan Potong Ikan di Pasar Grosir Beijing

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 15 Juni 2020 |14:46 WIB
Virus Corona Ditemukan pada Papan Potong Ikan di Pasar Grosir Beijing
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

BEIJING – Pihak berwenang dan masyarakat China khawatir akan terjadinya gelombang kedua penularan virus corona setelah klaster kasus Covid-19 ditemukan di pasar grosir terbesar di Ibu Kota Beijing.

Hingga Senin (15/6/2020), 79 kasus telah dikaitkan dengan orang-orang yang bekerja atau berbelanja di Pasar Xinfadi, Beijing, atau telah melakukan kontak dengan seseorang yang ada di sana. Beberapa kasus yang terkait dengan pasar tersebut bahkan dikonfirmasi di tiga provinsi di luar Beijing, yaitu Liaoning, Hebei, dan Sichuan.

BACA JUGA: Pasar Makanan Terbesar Asia Jadi Klaster Baru Covid-19, China Khawatirkan "Gelombang Kedua"

Laporan media setempat yang dilansir BBC menyebutkan, virus corona baru ditemukan di papan yang digunakan untuk memotong salmon impor di Pasar Xinfadi. Penemuan itu membuat supermarket besar di Beijing menarik ikan-ikan dari rak-rak pajang mereka.

Pihak berwenang telah menutup pasar Xinfadi dan sedikitnya 10 lingkungan di dekatnya, serta akan melakukan pengujian pada sekira 10.000 staf pasar.

Pasar Xinfadi. (Foto: Reuters)

Klaster baru itu juga mendorong pemerintah di beberapa kota dan provinsi untuk memperingatkan warganya agar tidak melakukan perjalanan ke ibu kota jika tak penting. Beijing juga telah menerapkan protokol isolasi dan pengujian bagi beberapa pengunjung yang datang ke ibu kota.

BACA JUGA: Infeksi Covid-19 di China Bertambah Lagi, 79 Kasus Terkait Klaster Pasar Grosir Beijing

Seorang ahli epidemiologi dengan pemerintah Beijing pada Minggu mengatakan bahwa urutan DNA virus menunjukkan wabah yang menyebar di Xinfadi bisa berasal dari Eropa.

“Penilaian awal kami adalah virus berasal dari luar negeri. Kami masih tidak dapat menentukan bagaimana sampai di sini. Itu mungkin karena makanan laut atau daging yang terkontaminasi, atau menyebar dari kotoran orang di pasar," demikian dilaporkan media pemerintah mengutip ahli epidemiologi, Yang Peng.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement