Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pakar Epidemiologi Tak Sepakat Ganjil-Genap Diterapkan di Pasar Jakarta

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Senin, 15 Juni 2020 |07:07 WIB
Pakar Epidemiologi Tak Sepakat Ganjil-Genap Diterapkan di Pasar Jakarta
Masyarakat berbelanja di Pasar Lenteng Agung, jelang Ramadan kemarin. (Foto : Okezone.com/Muhamad Rizky)
A
A
A

JAKARTA – Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia (FKM UI), Syahrizal Syarif tak sepakat dengan kebijakan ganjil-genap di pasar tradisional yang bakal diterapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Pasalnya, dia menekankan, dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di pasar lebih kepada sebuah aturan kesehatan antara penjual dengan pembeli yang datang ke sana.

"Kurang setuju pasar dibuka ganjil genap. Yang harus diatur itu pembeli, pedagang harus didukung misalnya dibantu sarung tangan plastik dan faceshield," kata Syahrizal saat dihubungi Okezone di Jakarta, Senin (15/6/2020).

 Toko-Toko di Pasar Baru Mulai Dibuka Jelang New Normal

Menurut Syahrizal, para pedagang penjual di pasar tradsional sangat memiliki risiko tinggi tertular Covid-19. Hal ini dikarenakan jumlah kontak yang banyak dialaminya saat berjualan di sana.

"Secara umum setiap pelonggaran pasti berisiko penularan. Risiko pelonggaran ini ya wabah akan lama selesainya," ucapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement