Unik & Langka, Imunisasi Bayar Pakai Sampah

Eddie Prayitno, iNews · Senin 15 Juni 2020 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 15 512 2230186 unik-langka-imunisasi-bayar-pakai-sampah-IqSc5AqgMX.jpg Puskesmas Kendal II memberikan pelayanan imuninasi dengan bayar pakai sampah/: Foto: Eddie Prayitno-iNews

KENDAL - Ada yang unik dan langka pada pelayanan imunisasi di Puskesmas Kendal, Jawa Tengah. Warga yang hendak mengimunisasi balitanya tidak perlu mengeluarkan biaya jika tidak mempunyai kartu jaminan kesehatan.

Cukup membawa sampah botol plastik atau kardus, warga sudah bisa mendapatkan pelayanan imunisasi lengkap secara cuma-cuma.

Ibu-ibu terlihat membawa botol bekas yang tidak terpakai ataupun kardus bekas sembari mengendong anak balitanya. Mereka rela antre di Puskesmas Kendal II di Kelurahan Karangsari, Kota Kendal untuk mendapatkan imunisasi anaknya.

Imunisasi sampah

Sampah plastik dan kertas yang dibawa bukan untuk dibuang, melainkan sebagai alat pengganti biaya imunisasi. Sehingga, warga yang hendak mengimunisasi anaknya tidak perlu takut karena tidak memilliki biaya.

Menurut Imronah, salah seorang warga, membayar imunisasi dengan sampah sangat membantu bagi yang kurang mampu. Selain itu membantu mengurangi sampah plastik dan kertas yang bisa dimanfaatkan lebih berguna lagi

"Warga menyambut senang program ini karena tidak perlu mengeluarkan uang/ untuk biaya imunisasi," kata Imronah, Senin (15/6/2020).

Kepala Puskesmas Kendal II Sri Sahadatin mengatakan, program imunisasi bayar sampah sudah hampir enam bulan dilaksanakan. Berawal dari kebiasaan pegawai Puskesmas yang ingin mendukung prgram bank sampah, coba diberlakukan kepada warga.

"Harapannya, warga ikut peduli dengan sampah yang semakin banyak. Kemudian bisa mendapatkan sesuatu yang lebih berguna dari mengumpulkan sampah," ungkap Sri Sahadatin.

Puskesmas juga tidak mewajibkan warga yang hendak mengimunisasi anaknya membayar dengan sampah. Bagi pemilik jaminan kesehatan, sudah otomatis akan mendapatkan pelayanan gratis. Jika tidak memiliki kaminan, warga bisa mengeluarkan biaya pengganti sebesar Rp.15 ribu.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini