Sementara itu, ucap Retno, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa dia yakin pandemi tidak akan memperlemah kemitraan strategis ASEAN dan Rusia, serta pentingnya merefleksikan kerja sama ASEAN-Rusia ke depan.
"Rusia mengajak ASEAN untuk kerjasama dalam kerangka multilateral termasuk menggarisbawahi peran organ PBB seperti WHO untuk dapat mengatasi pandemi dan dampak ekonominya. Menekankan pentingnya pendekatan dan cara ASEAN dalam menyelesaikan tantangan melalui kerja sama dan kolaborasi. Arsitektur yang solid di Kawasan Asia Pasifik memberikan momentum yang baik untuk dapat mengatasi meningkatnya persaingan yang terjadi di kawasan khususnya di masa pandemi," ujarnya.
Sementara itu, berbicara sebagai perwakilan Indonesia di pertemuan itu, Retno menyatakan pandemi ini memerlukan kolaborasi yang sangat kuat dari semua pihak. Namun, dia menuturkan bahwa saat ini di dunia kepercayaan antara negara terus tergerus.
"Oleh karena itu, Indonesia menekankan pentingnya semua pihak untuk kesampingkan perbedaan. indonesia juga khawatir multilateralisme terus dipertanyakan dan bukan merupakan kepentingan kita semua untuk melihat multilateralisme tergerus," ungkapnya.
"Indonesia justru ingin melihat bahwa multilateralisme dapat lebih baik bekerja, lebih efektif dan lebih efisien, multilateralisme yang mengedepankan kepentingan kolektif, multilateralisme yang dapat mencegah yang kuat mengambil semuanya. Menjadi kepentingan ASEAN untuk melihat kawasan ini sebagai kawasan damai dan sejahtera," tukasnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.