115 Ribu Butir Telur Bantuan Covid-19 untuk Warga Karawang Busuk

Mulyana, Okezone · Rabu 17 Juni 2020 21:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 525 2231895 115-ribu-butir-telur-bantuan-covid-19-untuk-warga-karawang-busuk-USc7zp7qGU.jpg Ilustrasi telur (Foto : Okezone.com)

KARAWANG - Telur bantuan pandemi Covid-19 untuk warga Kabupaten Karawang, yang berasal dari Pemprov Jabar dalam kondisi busuk. Jumlah telur yang busuk dan tak layak konsumsi ini, jumlahnya cukup banyak, yakni mencapai 115 ribu butir.

Petang tadi, ribuan telur busuk tersebut telah dimusnahkan pihak terkait di TPA Jalupang, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Karawang, Ahmad Suroto, membenarkan jika pada petang ini ada pemusnaham telur busuk bantuan covid yang bersumber dari Pemprov Jabar. Pemusnahan ini, disaksikan pihak terkait. Yakni dari PT Pos Indonesia dan unsur TNI/Polri.

"Telur yang busuk ini, untuk bantuan bulan ini (Juni)," ujar Suroto, kepada Okezone, Rabu (17/6/2020).

Telur tersebut, awalnya akan dibagikan untuk 3.864 penerima manfaat yang tersebar di seluruh wilayah Karawang. Karena sudah tak layak konsumsi, maka seluruh terur dimusnahkan.

Terungkapnya telur busuk ini bermula dari laporan petugas di lapangan. Setelah di cek, ternyata memang kondisinya sudah busuk. Beruntung, telur tersebut belum didistribusikan ke penerima. Sehingga, mudah ditarik lagi untuk kemudian dimusnahkan.

Paket bantuan dari Pemprov Jabar ini untuk bantuan covid ini, terdiri dari sembako senilai Rp350 ribu. Dari paket sembako itu, salah satu isinya telur sebanyak 30 butir yang diberikan kepada setiap warga penerima. Kemudian, uang tunai sebesar Rp150 ribu.

Baca Juga : Belum Bebas Corona, Purwakarta Targetkan 1.668 Warga Ikut Swab Tes

Adapun penerima bantuan dari pemprov ini, mencapai 14.174 penerima kategori DTKS. Serta, 100.474 penerima kategori nonDTKS. Kondisi telur busuk ini, tentunya telah dilaporkan ke Pemprov Jabar. Termasuk soal pemusnahannya.

"Kamk berharap, telur yang busuk ini akan segera diganti. Supaya, bantuan ini bisa secepatnya didistribusikan. Mengingat, pandemi Covid-19 di Karawang masih belum berakhir," ujar Suroto.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini