Banjir di Tasikmalaya Kembali Meninggi, Ratusan Keluarga Terisolir

Asep Juhariyono, iNews · Sabtu 20 Juni 2020 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 20 525 2233376 banjir-di-tasikmalaya-kembali-meninggi-ratusan-keluarga-terisolir-oARcKvRQYd.jpg Banjir di Tasikmalaya (foto: iNews/Asep)

TASIKMALAYA - Ratusan kepala keluarga di lima kampung Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, terisolir akibat terkepung banjir karena jalan tidak bisa dilalui kendaraan akibat tingginya banjir 50 - 150 cm, hingga saat ini warga masih bertahan dan hanya mengamankan barang barang ke tempat yang lebih tinggi.

Setelah sempat surut sekitar 5 cm, pada Jumat 19 Juni 2020 sore hari, banjir kembali naik sekitar 10 cm, akibat hujan yang kembali mengguyur wilayah Tasikmalaya Utara di Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya.

Kepala Desa Tanjung Sari, Amas mengatakan, lima desa yang kebanjiran yaitu Kampung Mekarsari, Cicalung, Hegarsari, Bojongsoban; Kampung Bojong Waru di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya.

“Banjir kali ini lebih parah bila dibandingkan kemarin. Saat ini ada 500 kepala keluarga terisolir akibat akses jalan tidak bisa dilalui oleh kendaraan,” kata Amas, Sabtu (20/6/2020).

Banjir di Tasikmalaya

Banjir tersebut diperparah karena Sungai Cikidang dan Sungai Citanduy yang melintasi Desa Tanjungsari meluap, di tambah lagi dengan adanya tanggul jebol dari Sungai Citanduy.

Hingga saat ini, warga masih terisolir dan tidak bisa beraktifitas karena mereka belum bisa di evakuasi, warga hanya mengamankan barang barang ke tempat yang lebih tinggi.

Selain menggenangi pemukiman warga, banjir juga merendam 70 hektar sawah, padahal sawah tersebut baru saja ditanami dan padi yang baru ditanam terancam busuk akibat terus terendam banjir.

“Kami berharap agar bisa melakukan pengerukan dua sungai yang kini sudah mengalami penyempitan dan mendangkal akibat sedimentasi,” pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini