Bentrok Warga Dua Desa di Bima, 13 Rumah Dibakar

Edy Irawan, iNews · Minggu 21 Juni 2020 03:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 21 340 2233655 bentrok-warga-dua-desa-di-bima-13-rumah-dibakar-zxkb5HImYu.jpg Massa bakar bangunan di Bima, NTB (Foto: Edy Irawan)

BIMA - Dipicu kasus pengeroyokan hingga seorang korban meninggal dunia, dua warga desa bertetangga di Bima-Nusa Tenggara Barat (NTB) berakhir bentrok. Sedikitnya 13 rumah dibakar dan 10 rumah warga lainnya dirusak akibat penyerangan pembalasan pasca-kejadian pengeroyokan.

"Untuk rumah rusak berat sekitar 10, nanti akan kami cek lagi. Yang terbakar sekitar 13 rumah," ujar Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo, Sabtu (20/06/2020).

Saat penanganan, sejumlah anggota Polres Bima-NTB yang dipimpin langsung Kapolres AKBP Gunawan Tri Hatmoyo berupaya menghalau dan mengejar warga Desa Talabiu yang melakukan pengerusakan dan pembakaran rumah warga di Desa Padolo.

Melihat polisi yang datang, warga yang melakukan penyerangan kabur ke perkampungannya setelah berhasil membakar sedikitnya 13 rumah dan merusak 10 rumah warga lainnya di Desa Padolo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima-NTB.

 

Tercatat, dari 13 bangunan rumah yang terbakar, dua di antara merupakan fasilitas umum yakni kantor Desa Padolo dan Polindes Kesehatan. Terlihat, sebagian bangunan yang terbakar hingga rata dengan tanah dan sebagian besar bangunan lainnya mengalami kerusakan yang sangat parah.

Beberapa mobil pemadam kebakaran dan dibantu mobil water canon milik polisi berusaha memadam api pasca-penyerangan berlangsung. Dari data kepolisian setempat, bentrokan dua kampung yang bertetangga ini dipicu akibat kasus pengeroyokan dua warga Desa Talabiu oleh warga Desa Padolo yang terjadi pada Jumat 19 Juni 2020 malam kemarin.

Akibat kasus pengeroyokan tersebut, salah seorang warga Desa Talabiu meninggal dunia setelah sebelumnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Bima. Sementara seorang korbannya lagi, mengalami luka bacokan pada bagian kepala.

Keluarga korban pun tak terima, dan akhirnya melakukan penyerangan balik pada Sabtu jelang siang tadi. Diduga terlibat kasus penyerangan itu pula, dua warga telah diamankan polisi. Salah seorang di antaranya diamankan saat membawa bahan bakar minyak yang diduga dipergunakan untuk kembali menyerang.

Mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan, ratusan aparat gabungan Polri-TNI disiagakan di tengah perbatasan dua kampung antara Desa Padolo dan Desa Talabiu.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini