Gunung Merapi Erupsi, Warga Tlogolele Boyolali Dengar Suara Gemuruh

Ary Wahyu Wibowo, Koran SI · Minggu 21 Juni 2020 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 21 512 2233812 gunung-merapi-erupsi-warga-tlogolele-boyolali-dengar-suara-gemuruh-bGzF8eNpmI.jpg Gunung Merapi erupsi. (Ist)

BOYOLALI – Warga Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, mendengar suara gemuruh saat Gunung Merapi mengalami erupsi pada Minggu (21/6/2020) pagi. Warga mendengar suara mirip helikopter selama sekitar 2 menit.

“Dari wilayah kami terdengar suara gemuruh dan terlihat asap pekat membubung tinggi,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Tlogolele, Neigen Achtah Nur Edy Saputra saat dihubungi Sindonews, Minggu (21/6/2020).

Warga pun langsung keluar rumah guna memastikan keadaan Gunung Merapi. Warga di Dusun Stabelan yang jaraknya hanya sekitar 3 kilometer dari puncak Merapi, seperti biasa langsung menyalakan api unggun.

Membuat api unggun saat Merapi meletus merupakan tradisi masyarakat di Desa Tlogolele sejak nenek moyang. Mereka berdoa agar terhindar dari abu vulkanis dan awan panas. Selain itu, api unggun tersebut sebagai penerangan ketika terjadi letusan dan mati listrik. Membuat api unggun merupakan kearifan lokal yang berlangsung turun-temurun hingga sekarang.

Gunung Merapi erupsi. (Dok BNPB)

“Tidak terjadi hujan abu setelah letusan dan masyarakat kembali beraktivitas normal,” katanya.

Saat erupsi terjadi, lanjutnya, suara gemuruh yang terdengar berlangsung satu kali tapi lama. “Sekitar dua menit, suaranya gemuruh seperti helikopter,” terangnya.

Saat letusan terjadi, cuaca di Desa Tlogolele sangat cerah. Sehingga warga bisa melihat langsung ke arah puncak Merapi saat terjadi erupsi. Warga melihat asap membumbung tinggi, tapi tidak melihat adanya guguran.


Baca Juga : Gunung Merapi Erupsi 2 Kali Pagi Ini

Ketika erupsi, warga selalu memantau perkembangan apakah berlanjut atau tidak. Pemerintah Desa Tlogolele sudah mempersiapkan masker jika sewaktu-waktu terjadi hujan abu. Karena sudah tenang, warga kini sudah beraktivitas seperti sediakala.

Sebagaimana diketahui, Gunung Merapi dua kali erupsi dengan ketinggian kolom letusan mencapai 6 km di atas puncak, Minggu (21/6/2020).

Erupsi pertama terjadi pada pukul 09.13. WIB. Erupsi tercatat di seismogram dgn amplitudo 75 mm dan durasi 328 detik. Teramati tinggi kolom erupsi sekitar 6.000 meter dari puncak. Kemudian erupsi kembali terjadi pada pukul 9.27 WIB. Kali ini dengan amplitudo 75 mm dan durasi 100 detik. (erh)


Baca Juga : Gunung Merapi Erupsi 2 Kali Pagi Ini, Masyarakat Diminta Waspada

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini