Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

AS Tetapkan Empat Media China Sebagai "Saluran Propaganda", Berlakukan Kontrol Ketat

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 23 Juni 2020 |12:59 WIB
AS Tetapkan Empat Media China Sebagai
Foto: Reuters.
A
A
A

AMERIKA Serikat (AS) menunjuk empat media China sebagai "misi asing", menyebutnya sebagai “saluran propaganda”, dan menerapkan kontrol yang sangat ketat pada kewenangan mereka menurunkan jurnalis dan melakukan bisnis di negara itu.

Global Times, China Central Television (CCTV), China News Service, dan People’s Daily telah dimasukkan ke dalam daftar saluran berita yang dikelola negara yang diawasi secara ketat oleh Washington di tengah “perang media”-nya dengan Beijing.

BACA JUGA: Amerika Serikat Sebut 5 Media China sebagai Alat Propaganda dan Agen Partai Komunis

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus dalam pengumuman pada Senin menyatakan organisasi-organisasi yang disebutkan itu "dikendalikan secara efektif oleh pemerintah Republik Rakyat China."

“Keempat saluran ini bukan saluran media; mereka adalah gerai propaganda,” kata David Stilwell, diplomat berwenang AS untuk Asia Timur kepada para wartawan.

Keempat media itu akan diminta untuk melaporkan rincian tentang karyawan mereka dan transaksi real estatenya ke Departemen Luar Negeri, serupa dengan persyaratan administrasi tertentu yang diterapkan pada semua kedutaan dan konsulat asing di AS, demikian dilaporkan VOA.

Sejauh ini belum jelas apakah media-media itu juga akan diminta untuk mengurangi stafnya.

Sebelumnya, pada 18 Februari, Pemerintah AS telah menetapkan beberapa outlet media termasuk Kantor Berita Xinhua, China Global Televisi Network (CGTN), China Radio International, China Daily Distribution Corporation dan Hai Tian Development USA sebagai “misi asing”.

BACA JUGA: China Usir 3 Wartawan Asing karena Memuat Pernyataan yang Dianggap Rasis

China saat itu membalas dengan mengusir reporter AS untuk Wall Street Journal, New York Times, dan Washington Post, mengkritik "penindasan" terhadap para reporternya di AS, negara yang mempromosikan dirinya sebagai pelindung dalam kebebasan pers.

Sejauh ini belum ada tanggapan dari Beijing terkait penambahan penetapan terhadap keempat media tersebut.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement