Klaim CIA Dalangi Pandemi Covid-19, Seorang Pria Tabrakkan Mobil ke Kedubes China

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 23 Juni 2020 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 23 18 2234984 klaim-cia-dalangi-pandemi-covid-19-seorang-pria-tabrakkan-mobil-ke-kedubes-china-NaR3yEUwgG.jpg Polisi berdiri di dekat mobil yang ditabrakkan ke gerbang Kedutaan Besar China di Buenos Aires, Argentina, 22 Juni 2020. (Foto: Reuters)

BUENOS AIRES – Seorang pria dengan sengaja menabrakkan mobilnya ke Kedutaan Besar China di Buenos Aires, Argentina dan mengklaim membawa bom bersamanya dalam upaya aneh untuk mendapatkan suaka politik.

Media setempat melaporkan, pria yang diidentifikasi oleh polisi sebagai Gaston Sanda, (24), mengendarai mobil ke gerbang depan kedutaan pada Senin malam (22/6/2020), merusak baik kendaraannya dan pintu masuk fasilitas tersebut. Tak ada yang terluka dalam kejadian itu.

Sanda, yang diyakini sakit mental, diduga mengatakan kepada para saksi di tempat kejadian bahwa dia memiliki bahan peledak di dalam mobil berupaya menabrakkan diri ke kedutaan. Tetapi satu regu penjagaan polisi tidak menemukan alat seperti itu di dalam mobilnya.

Dalam sebuah video yang di-posting ke media sosial sebelum melakukan aksinya pada Senin, Sanda mengatakan dia tahu "kebenaran" tentang virus korona. Dia menuduh CIA memiliki andil dalam pandemi dan bahwa dia membutuhkan "bantuan dari Kedutaan Besar China," tampaknya mencari suaka politik. Tidak banyak yang diketahui tentang motivasinya.

Kedutaan telah mengonfirmasi insiden itu, yang dilaporkan terjadi sekira pukul 8 malam waktu setempat. Pihak kedutaan mencatat bahwa gerbang gedung itu memang rusak, tetapi tidak ada satu pun personelnya yang terluka.

"Kedutaan Besar kami menghargai tanggapan segera dari pasukan keamanan dan mempercayai klarifikasi episode oleh pihak berwenang Argentina," kata kedutaan dalam sebuah pernyataan kepada pers sebagaimana dilansir RT.

Meskipun duta besar China untuk Argentina tidak berada di fasilitas itu pada saat kecelakaan itu, polisi dilaporkan memperlakukan insiden itu sebagai potensi serangan teroris.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini