236 Warga Jalani Rapid Test di Bundaran Besar, 8 Orang Reaktif Covid-19

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 23 Juni 2020 04:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 23 340 2234639 236-warga-jalani-rapid-test-di-bundaran-besar-8-orang-reaktif-covid-19-Av5PwOgiyj.jpg Kapolda Kalteng, Irjen Dedi Prasetyo (foto: istimewa)

JAKARTA - Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Rapid Test massal dengan metode Drive Thru di Bundaran Besar Palangka Raya. Kegiatan itu bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19.

Kapolda Kalteng Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa, Rapid Test tersebut diikuti sebanyak 236 orang. Dari hasil itu, petugas mendapatkan delapan orang reaktif terjangkit virus corona.

"228 orang dengan hasil non-reaktif, delapan orang hasil reaktif dengan total peserta 236," kata Dedi kepada Okezone, Jakarta, Senin (22/6/2020).

 Rapid tes

Dedi menjelaskan, tes massal ini dilakukan untuk melacak sumber penularan virus corona di masyarakat. Menurut Dedi, sistem Drive Thru dilakukan lantaran guna menghindari kerumunan masyarakat.

"Rapid test kali ini, saya gunakan sistem drive thru guna menghindari kerumunan masyarakat yang akan mengikuti rapid test," ujar Dedi.

Rapid test yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-74 tersebut, kata Dedi sengaja dilakukan di wilayah yang paling banyak dipadati oleh warga.

"Dipilihnya Bundaran Besar menjadi tempat rapid test massal ini karena Bundaran Besar adalah jantung Kota Palangka Raya dan banyak pengguna jalan yang melaluinya," tutur Dedi.

Pada kegiatan ini, setiap pengguna jalan, baik yang menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat yang melewati Bundaran Besar, langsung dirapid test tanpa turun dari kendaraan.

Dedi berharap, semakin banyak masyarakat yang mengikuti Rapid Test, sehingga penyebaran virus corona atau Covid-19 dapat dicegah dan diminimalisir.

"Dalam pelaksanaannya, Biddokkes Polda Kalteng dibantu tenaga kesehatan dari Dinkes Pemprov Kalteng, Dinkes Kota Palangka Raya, dan RS TNI AD," tutur mantan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri tersebut.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini