Akibatnya, sekira 5.000 orang pribumi jatuh sakit dengan detak jantung yang cepat dan diare, efek samping yang mengerikan, demikian diwartakan RT.
Beberapa pastor evangelis mengatakan kepada parokinya bahwa obat hewan itu adalah "penyelamat" dari virus corona baru. Mereka menyebut virus itu sebagai iblis dan tanda-tanda akhir dunia.
Lebih parah lagi sukarelawan yang menyuntikkan ivermectin tidak tahu bentuk obat apa yang mereka berikan; namun, mereka memberi tahu orang-orang bahwa penggunaan obat itu tanpa label telah disetujui oleh hukum.
Dengan lebih dari 257.000 kasus Covid-19 aktif dan hampir 8.300 korban, Peru berusaha mencari obat apa pun yang dapat membantu mengatasi virus, termasuk menggunakan kembali obat yang ada.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.