Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

CFD di Thamrin-Sudirman Ditutup, Pemprov DKI Siapkan Lokasi Baru

Koran SINDO , Jurnalis-Kamis, 25 Juni 2020 |09:47 WIB
CFD di Thamrin-Sudirman Ditutup, Pemprov DKI Siapkan Lokasi Baru
Car Free Day (CFD) Jakarta kembali ditutup (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat selama ini dijadikan lokasi car free day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB). Setelah dilakukan evaluasi, kawasan tersebut harus ditutup kembali lantaran terlalu berisiko terjadinya cluster baru Covid-19.

Kendati demikian, Pemprov DKI  tengah menyiapkan sejumlah lokasi alternatif yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga atau refreshing di akhir pekan.

Lokasi yang diarahkan sebagai alternatif CFD berada di sejumlah jalan dan taman yang tersebar di semua wilayah Ibu Kota. Lokasi dimaksud antara lain Suryopranoto di Jakarta Pusat, sisi Danau Sunter Selatan (Jakarta Utara), Jalan Gadjah Mada (Jakarta Barat), Jalan Hayam Wuruk (Jakarta Barat), Jalan Pemuda (Jakarta Timur), dan Jalan Antasari (Jakarta Selatan). (Baca: Nus Kei harap John Kei Berjiwa Besar dan Akui Kesalahannya)

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta Arifin berharap keberadaan banyak lokasi alternatif ini bisa mengurangi konsentrasi warga agar tidak membeludak seperti yang terjadi di Sudirman-Thamrin pekan lalu. “Ada juga jalan yang seperti itu ditutup, ada juga yang cuma menggunakan ruang taman, enggak perlu menutup jalan,” ujarnya.

Kemarin Pemprov DKI Jakarta resmi meniadakan kembali CFD dan HBKB di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat. Penutupan tersebut berlangsung hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Selasa (23/6/2020), banyak pelanggaran yang terjadi di areal CFD. “HBKB Sudirman-Thamrin ditiadakan,” kata Syafrin kepada wartawan kemarin.

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, jumlah masyarakat yang datang ke area CFD ini 40.000 orang yang terdiri atas 21.200 pejalan kaki dan 18.800 pesepeda. Namun, jumlah yang datang diprediksi jauh lebih banyak karena sejumlah pengunjung tak terdeteksi oleh Dishub DKI.

Adapun CFD di kawasan ini pertama kali ditutup pada 15 Maret 2020 saat wabah corona baru masuk Jakarta. Kawasan ini kembali dibuka pekan lalu. Warga langsung membeludak sehingga protokol pencegahan penularan Covid-19 banyak yang terabaikan. “Kemarin masih ditemukan beberapa orang yang melanggar itu. Mereka kami dorong untuk keluar dari area (CFD), tapi masih cukup banyak yang lolos,” ucapnya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta akhirnya mengevaluasi pelaksanaan CFD atau HBKB akibat pengunjung membeludak. Menurut dia, dalam masa proses transisi PSBB saat ini semua masyarakat sedang belajar menaati protokol kesehatan Covid-19. Belajar mengelola kegiatan dan setiap ada proses pastinya ada hikmahnya.

DPRD DKI Jakarta mengapresiasi keputusan Pemprov DKI Jakarta yang meniadakan CFD atau HBKB di Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat. “Keputusan Pemprov menutup CFD sudah tepat. Jangan sampai kasus yang sudah landai kembali melonjak,” ujar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik kemarin.

Taufik pun meminta kepada masyarakat Jakarta untuk melaksanakan kegiatan olahraga di lingkungan masing-masing sekitar pemukimannya meski ada jalur lain untuk kegiatan CFD yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta. “Suruh olahraga di rumah masing-masing saja. Masyarakat harus menaati protokol kesehatan Covid-19,” pungkasnya.

(Amril Amarullah (Okezone))

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement