Share

Sebelum Serma Rama Wahyudi Gugur di Kongo, Istri Sempat Video Call

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Kamis 25 Juni 2020 17:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 25 340 2236360 sebelum-serma-rama-wahyudi-gugur-di-kongo-istri-sempat-video-call-g8dWg49erY.jpg Serma Rama Wahyudi dan istri. Sumber Foto: dok Pribadi Keluarga - Istimewa

PEKANBARU - Duka dirasakan oleh Anita, istri dari Serma Rama Wahyudi anggota TNI AD yang gugur dalam suatu serangan oleh kelompok pemberontak di Kongo. Wanita berusia 32 tahun menyatakan saat berkomunikasi terakhir, suaminya sedang sibuk.

"Setiap malam saya dan suami selalu video (call)," ucap Anita mengawali ceritanya Kamis (25/6/2020).

Namun malam itu, komunikasi lewat video call terasa singkat karena suaminya sedang sibuk. Serma Rama Wahyudi Wahyudi meminta istrinya menghubungi besok, karena dia sedang di dalam perjalanan naik mobil.

"Sudah dulu, mas lagi jalan ya (menirukan perkataan suami). Saat itu memang di atas mobil dia," kisah Anita di rumah duka Jalan Garuda Sakti, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau .

Baca Juga: Prajurit TNI Tewas Diserang Pemberontak Kongo, Ini Komentar KSAD Jenderal Andika 

Setelah menutup video call Anitapun tidur. Hal itu ternyata menjadi komunikasi terakhir bagi Anita dengan suaminya. Paginya, dia kedatangan teman-teman dan komandan dari suaminya di Detasmen Peralatan (Denpal) (1/4) Pekanbaru. Mengabarkan kalau suaminya gugur di Kongo saat menjalani tugas menjaga perdamaian.

"Paginya dapat kabar kasih tahu dia tidak ada. Katanya staf (Denpal 1/4) suami saya dihadang dan gugur," cerita Anita.

Dia menjelaskan seharusnya suaminya akan pulang ke Tanah Air pada September 2020. "Saya selalu bicara dengan dia kapan pulang, karena seharusnya Agustus ini dia sudah pulang. Tapi karena ada Covid-19 diundur ke September. Tapi Allah berkehendak lain, dia malah pulang lebih cepat," ucapnya.

Baca Juga: Sebelum Gugur di Kongo, Serma Rama Wahyudi Minta Dibelikan Pulsa 

Sampai saat ini pihak keluarga masih menunggu pemulangan jenazah Serma Rama Wahyudi dari Kongo. Almarhum serma Wahyudi meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Almarhum merupakan prajurit yang bertugas di bagian kendaraan tempur Denpal 1/4.

Serma Rama Wahyudi merupakan salah satu prajurit TNI AD yang tergabung dalam penjaga perdamaian PBB (MONUSCO). Dia gugur ketika terjadi serangan oleh pemberontak yang tergabung dalam Pasukan Sekutu Demokratik (ADF).

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini