Berikut Langkah-langkah Gubernur Khofifah Guna Tekan Kasus Covid-19 di Jatim

Sindonews, Sindonews · Minggu 28 Juni 2020 09:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 28 519 2237610 berikut-langkah-langkah-gubernur-khofifah-guna-tekan-kasus-covid-19-di-jatim-8fh0RmThRG.jpg Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Dok.)

SURABAYA – Guna memperkuat koordinasi dalam sinergi, kolaborasi, dan evaluasi upaya penanganan Covid-19 di wilayahnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa akan membentuk sebuah tim gabungan Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Jatim dan Gugus Tugas Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik).

“Sesuai arahan pak Presiden (Joko Widodo) bahwa kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Maka dengan dibentuknya Tim Gabungan Surabaya Raya ini nantinya akan bisa dilakukan sharing sumber daya dan komitmen yang terukur,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi pada Sabtu (27/6/2020).

Selanjutnya, orang nomor satu di Jatim itu akan terus memasifkan tes, pelacakan, isolasi hingga treatment dengan jumlah yang lebih banyak. Salah satunya dengan menerjunkan Tim Gabungan Covid-19 Hunter dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, khususnya di klaster utama Surabaya Raya untuk melakukan tes dan isolasi masif. Kemudian tracing minimal 20 orang per kasus positif.

Jatim juga akan menyediakan ruang isolasi yang lebih besar dan nyaman, serta mengoptimalkan keberadaan RS Darurat.

“Beban RS juga harus dievaluasi dan relaksasi, pasien ringa harus benar-benar dipisahkan. Terapi harus selalu update dengan para pakar,” imbuhnya.

Dia juga mengungkapkan rencana penambahan mesin PCR untuk meningkatkan kemampuan pengujian Covid-19 di Jatim. Khofifah mengatakan bahwa saat ini mesin PCR yang ada di Jatim kapasitas totalnya 2.250 tes per hari dan dalam seminggu tesnya mencapai 13.500 spesimen.

“Minggu depan rencananya akan dimaksimalkan lagi dengan tambahan mesin PCR serta reagen sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, terkait prakondisi memasuki new normal, pihaknya akan melakukan kordinasi ulang dengan tim gugus tugas provinsi dan tiga kabupaten kota.

Koordinasi ini untuk mempertimbangkan agar sementara tetap menutup dulu aktivitas di level krusial seperti bioskop, studio atau taman hiburan indoor dan melakukan monitor ketat. “Termasuk monitoring pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat di pasar di Surabaya Raya,” tandas Khofifah.

Di samping itu, pihaknya juga membuat zonasi tiap kecamatan berdasarkan 15 indikator epidemilogi dan tidak bisa asal membuka aktivitas. Untuk meluaskan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat , Pemprov Jatim akan melibatkan ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, influencer, dan pelaku usaha dan elemen strategis lainnya.

Utamanya terkait pemakaian masker dan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Sistem support dan insentif juga perlu disediakan untuk industri masker maupun media supaya masyarakat terbiasa menggunakan masker.

“Ini penting kita lakukan, karena riset membuktikan bahwa bila 60 persen populasi menggunakan masker kain maka Rate of Transmission (RT) bisa di bawah satu dan kurva bisa turun,” tandas mantan Menteri Sosial ini.

Khofifah juga menegaskan pentingnya rencana untuk membendung RS yang overload. Sebab, RS yang overload dapat berdampak pada menurunnya kualitas yang dapat menyebabkan meningkatnya kematian . Di samping itu juga rencana untuk memberikan relaksasi bagi tenaga kesehatan yang sudah mulai exhausted dalam promotif, preventif, kuratif dan tracing.

“Pada saat yang sama kami juga harus terus melakukan intervensi dampak sosial ekonomi akibat COVID-19. Karenanya, bantuan dan support dari pemerintah pusat masih sangat kami butuhkan,” pungkasnya.

Jatim hingga Sabtu (27/6/2020) menjadi salah satu daerah dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia, mencatat 11.178 pasien positif, 3.619 berhasil sembuh, dan 813 meninggal dunia.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini