UEA Kirim Alat Pelindung Diri untuk Tenaga Medis Dunia

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 29 Juni 2020 22:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 29 18 2238499 uea-kirim-alat-pelindung-diri-untuk-tenaga-medis-dunia-Bhyy2YEZvT.jpg UEA salurkan bantuan APD untuk tenaga medis dunia (Foto : Istimewa)

JAKARTA - Uni Emirat Arab (UEA) kembali meningkatkan komitmennya untuk memperkuat kerjasama internasional di masa pendemi Covid-19. Kerjasama yang dilakukan UEA yakni dengan mengirimkan lebih dari 1.000 ton alat pelindung diri (APD) dan makanan untuk membantu para pekerja medis di seluruh dunia.

"Sejak berdirinya, UEA terus mengupayakan kerja sama bersahabat dan menggalang solidaritas dengan negara-negara lain. UEA percaya bahwa semua negara harus mengenyampingkan kepentingan maupun perbedaan dalam upaya mendukung persatuan dan kebaikan umat manusia yang lebih besar," kata Menteri Negara untuk Kerjasama Internasional UEA, H.E. Reem binti Ibrahim Al Hashimy melalui keterangan resminya, Senin (29/6/2020).

"Hari ini menjadi tonggak sejarah dalam upaya membantu satu juta tenaga medis sebagai bentuk komitmen UEA untuk memperluas kerja sama dengan dunia, terlepas dari agama, ras, atau ideologi penerima," sambungnya

H.E. Reem binti Ibrahim Al Hashimy menambahkan, hal itu dilakukan sesuai dengan visi dari Presiden UEA, Yang Mulia Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan dan Wakil Presiden UEA, Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum agar tidak surut saat pandemi ini melanda dunia.

"Justru mereka melipatgandakan upaya dalam membantu semua pihak yang membutuhkan sesuai dengan apa yang kita bisa, karena kita juga mengelola tantangan kita sendiri. Dengan nilai-nilai penghormatan terhadap kemanusiaan kita bersama, dan keinginan untuk membantu mereka yang membutuhkan, UEA menegaskan kembali visi Yang Mulia Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, Bapak Pendiri UEA, yang percaya pada tanggung jawab kolektif untuk membantu sesama," bebernya.

Sejak munculnya pandemi Covid-19, UEA menjadi pemimpin dalam upaya kemanusiaan global untuk membendung penyebaran virus. Sebagai donor bantuan Covid-19 asing paling aktif di dunia, UEA telah memastikan bahwa jangkauan geografis bantuannya tidak mengenal batas ras atau agama.

UEA berkomitmen memberikan bantuan pada saat dibutuhkan untuk 70 negara, termasuk China, Italia, Inggris, Iran, Pakistan, Brasil, Rusia, Yaman, dan Afghanistan.

Selain itu, UEA bermitra dengan banyak organisasi internasional untuk meningkatkan efektivitas dan jangkauan bantuan kemanusiaan. Pusat kemanusiaan terbesar di dunia, yaitu Kota Kemanusiaan Internasional Dubai (DIHC), telah menggerakkan respons COVID-19 dimana sekitar 80 persen pasokan yang disediakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) transit melalui area tersebut.

UEA salurkan bantuan alat pelindung diri ke tenaga medis dunia (Foto : Istimewa)

Dengan memanfaatkan posisi geografis UEA dan infrastruktur logistik yang sangat baik, DIHC berfungsi sebagai platform bantuan yang strategis.

Pada tanggal 4 Mei, bekerja sama dengan Program Pangan Dunia PBB (WFP), UEA meluncurkan program “jembatan udara internasional” untuk menyediakan jalur bagi kesehatan esensial dan pasokan kemanusiaan bagi negara-negara yang berjuang menghadapi dampak Covid-19.

Di saat yang sama, UEA juga mengambil bagian dalam konferensi global yang diadakan oleh para pemimpin Eropa untuk mengumpulkan 7,5 miliar euro untuk menemukan, memproduksi, dan mendistribusikan vaksin untuk Covid-19.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Bertambah 1.082, Jatim Jadi Penyumbang Terbanyak di Indonesia

Selain itu, sejalan dengan upaya UEA untuk berkontribusi pada komunitas ilmiah global tentang Covid-19, UEA telah berbagi sekuensing genom (genomic sequencing) dan data mutasi dengan berbagai basis data global, termasuk sumber terbuka genom Covid-19 berbasis data Nexstrain, untuk membantu para ilmuwan di seluruh dunia dalam melacak penyebaran wabah.

"Melalui penyediaan APD, berbagi informasi tentang urutan genetik, dan memastikan bahwa vaksin sampai kepada semua pihak yang membutuhkan, UEA akan terus menjadi mitra yang andal sekaligus suara untuk kebaikan," pungkasnya.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini