Resumenya Meragukan, Menteri Pendidikan Baru Brasil Mengundurkan Diri Lima Hari Setelah Ditunjuk

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 01 Juli 2020 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 01 18 2239393 resumenya-meragukan-menteri-pendidikan-baru-brasil-mengundurkan-diri-lima-hari-setelah-ditunjuk-3UfwldfjFS.jpg Presiden Brasil Jair Bolsonaro. (Foto: Reuters)

BRASILIA – Menteri pendidikan yang dipilih Presiden Brasil Jair Bolsonaro mundur pada Selasa (30/6/2020), hanya lima hari setelah dia ditunjuk, karena perdebatan terkait penyimpangan dalam daftar riwayat hidupnya.

Menurut laporan media Brasil yang dilansir Reuters, resume Carlos Decotelli, seorang ekonom, meliputi pekerjaan doktoral dan pasca-doktoralnya yang belum selesai.

Pada Senin (29/6/2020), Decotelli mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah menjelaskan "ketidakkonsistenan" dalam resumeny kepada presiden. Dia juga dituduh melakukan plagiarisme dalam tesis gelar masternya, tudingan yang di bantah.

Decotelli pada Selasa (30/6/2020) mengatakan kepada surat kabar Folha de S.Paulo bahwa ia tidak akan menerima pekerjaan itu dan upacara pengambilan sumpahnya, yang dijadwalkan berlangsung di hari itu, belum terjadi.

Bolsonaro memuji prestasi akademik Decotelli ketika dia mengumumkan janji temu pekan lalu. Sejauh ini kantor Bolsonaro tidak merespons permintaan untuk berkomentar.

Menteri kulit hitam pertama yang ditunjuk untuk kabinet Bolsonaro, Decotelli adalah seorang profesor di akademi angkatan laut Brasil, koneksi militer yang membawanya untuk mendukung kampanye pemilihan Bolsonaro pada 2018 dan ia terlibat dalam tim transisi.

Decotelli adalah menteri pendidikan ketiga Bolsonaro sejak dia mulai menjabat pada Januari 2019. Menteri pendidikan yang pertama bertugas hanya tiga bulan dan yang kedua, Abraham Weintraub menjabat selama 14 bulan.

Pendukung Bolsonaro yang ideologis konservatif menganggap kementerian pendidikan sebagai kunci upaya mereka untuk memperkuat nilai-nilai keluarga Kristen dan memutar balik apa yang mereka sebut pengaruh Marxis selama bertahun-tahun terhadap pendidikan di Brasil.

Weintraub, salah satu ideolog sayap kanan paling keras di kabinet Bolsonaro, mengundurkan diri pekan lalu, target penyelidikan Mahkamah Agung setelah rilis rekaman video di mana ia menyebut hakimnya "gelandangan" yang harus dipenjara.

Bolsonaro menominasikan Weintraub untuk menjadi direktur eksekutif di Bank Dunia dan ia meninggalkan Brasil ke Amerika Serikat pada 19 Juni bahkan sebelum pengunduran dirinya resmi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini